Jelaskanproses yang dilakukan komputer pada saat dinyalakan - 2178712 Sekolah Menengah Pertama terjawab • terverifikasi oleh ahli Jelaskan proses yang dilakukan komputer pada saat dinyalakan 2 Lihat jawaban Iklan Iklan Zuhh Zuhh Tekan tombol power pada CPU dan kemudian tunggu proses loadingnya hingga selesai, setelah muncul layar utama Perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS. I. Pengertian Sistem Operasi Tanpa software, sebuah komputer secara mendasar tidaklah berguna. Dengan software, Komputer kita dapat menyimpan , memproses dan mengambil informasi. Software dalam komputer terbagi dua yaitu systems programs dan application programs. Applications programs dapat menyelesaikan masalah dari pemakai sedangkan systems program adalah yang memanajemen opearsi dari komputer itu sendiri. Yanh paling mendasar dari sustu system programs adalah Operating System system operasi. Dimana system Operasi ini yang mengontrol semua Smber daya komputer dan memberikan fasilitas yang lebih banyak agar application programs dapat bekerja. Atau system operasi dapat didefinisikan sebagai program dasar atau pendahuluan yang mengandung program program untuk mengatur kerja komputer secara mendasar seperti unit masukan, unit keluaran, mengatur table pengkodean, mengatur memory, mengatur processor, membaca data yang diketik dan menyimpan file. Bagian – bagian dari system operasi secara garis besar dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu Control Program dan Service Program. Kedua bagian ini mempunyai fungsi sendiri – sendiri namun masih tetap terkait hubungan satu dengan lainnya, dengan hardware, pemakai dan dengan program aplikasi. Control Program berfungsi untuk mengatur kerja input dan output, berkomunikasi dengan operator atau programmer, menghandle masalah interupsi, mencatat kegiatan yang ada dan menghandle masalah multi programming. Sedangkan Servive Program berfungsi untuk mengambil program yang ada serta menterjemahkannya dan merawat system library. Lapisan dalam sistem operasi merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi. Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain. Lapisan dalam system operasi terbagi atas enam lapisan. Lihat table berikut 5 Operator 4 User programs 3 Input/output management 2 Operator process communication 1 Memory and drum management 0 Processor allocation and multiprogramming Lapisan 0 Penempatan prosessor dan multi programming Lapisan 1 Memanajemen memory. Lapisan 2 Menangani komunikasi antar proses dan operator console. Lapisan 3 Memanajemen peralatan Input/Output. Lapisan 4 Dimana user menemukan program Lapisan 5 Tempat proses dari operator sistem Proses Booting Sistem Operasi Sebelum membahas urutan proses booting, ada baiknya kita mengenal arti booting itu sendiri. Booting dapat diartikan sebagai proses untuk menghidupkan komputer sampai sistem operasi mengambil alih proses Selain itu arti BIOS pun perlu dipahami. BIOS Basic Input Output System adalah suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware. Urutan Proses Booting Saat komputer dihidupkan, processor menjalankan BIOS, dan kemudian BIOS melakukan POST power-on-self test, yaitu memeriksa atau mengecek semua hardware yang ada. Kegiatan ini bisa dilakukan, jika setting BIOS benar. BIOS akan mencari disk boot untuk menjalankan sistem operasi. Sistem operasi berjalan dan siap digunakan. Proses Booting ada dua macam, yaitu Cold booting, yaitu booting komputer dari keadaan mati. Warm booting, yaitu booting komputer pada saat komputer sudah hidupmendapat suplai listrik Pada saat booting kita dapat melakukan interupsi untuk melihat/ mengatur konfigurasi BIOS. Caranya yaitu dengan menekan tombol Del atau tombol yang lain tergantung dari jenis BIOS-nya. Proses Booting Komputer terdiri dari sekelompok peralatan serta instruksi / program yang satu sama lainnya tidak bisa dipisahkan, baik diantara peralatan itu sendiri maupun antara peralatan dengan instruksi / program. Semuanya merupakan satuan yang saling bekerja sama dan saling tergantung satu dengan lainnnya. Ada tiga komponen utama dalam sebuah system komputer yaitu 1. Mikroprosessor / CPU central Processing Unit 2. BIOS Basic Input Output System 3. DOS Disk Operating System Penjelasan – mikroprosessor adalah otak dari komputer yang harus diberi petunjuk apa yang harus dilakukan. – Instruksi pertama kali diberikan oleh BIOS. Instruksi ini secara sistematis menguji semua komponen komputer, menginisialisasikan hardware, menentukan tipe dari Video Disley Adapter. Selanjutnya melacak EGA BIOS atau VGA BIOS. Jika ditemukan maka system BIOS akan di eksekusi. – Tahap beriktunya memerikasa keberadaan disket di drive pertama, jika tidak ditemukan disket di drive pertama maka PC akan mengeksekusi program BASIC dari ROM Read Only Memory. – Jika di drive pertama ada disket, maka BIOS akan memeriksa apakah disket tersebut mempunyai system operasi DOS, jika tidak ada, BIOS akan mencoba mencari informasi di harddisk. Rangakaian proses ini disebut BOOTSTRAPPING atau prosesBOOTING. Konsep komunikasi Dengan Periferal Periferal merupakan semua peralatan yang terhubung dengan komputer. Berdasarkan kegunaannya periferal terbagi dua yaitu 1. Periferal utama main peripheral yaitu peralatan yang harus ada dalam mengoperasikan komputer. Contoh periferal utama yaitu monitor, keyboard dan mouse. 2. Periferal pendukung auxillary peripheral yaitu peralatan yang tidak mesti ada dalam mengoperasikan komputer tetapi diperlukan untuk kegiatan tertentu. Contohnya yaitu printer, scanner, modem, web cam dan lain-lain. Sedangkan berdasarkan proses kerjanya dalam mendukung pengoperasian komputer terbagi menjadi 1. Perangkat masukan input, adalah perangkat yang digunakan untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat tersebut antara lain keyboard, mouse, scanner, digitizer, kamera digital, microphone, dan periferal lainnya 2. Perangkat keluaran output, adalah peralatan yang kita gunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan oleh komputer. Perangkat tersebut antara lain monitor, printer, plotter, speaker, dan lain lainnya. Untuk menghubungkan perangkat input dan perangkat output ke komputer dengan menghubungkan dengan kabel ke port yang ada di komputer. Berikut ini gambar port-port yang ada di komputer untuk menghubungkan ke konektor periferal. Pengaturan dan Penjadualan Proses Kita mengenal istilah multiprograming, yang bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan CPU dengan cara mengatur alokasi waktu yang digunakan oleh CPU, sehingga proses berjalan sepanjang waktu dan memperkecil waktu idle. Akibatnya sistem operasi dapat membuat komputer lebih produktif. Oleh karena itu perlu adanya penjadwalan proses-proses yang ada pada sistem. Penjadwalan CPU adalah suatu proses pengaturan atau penjadwalan proses-proses yang ada di dalam komputer. Dimana proses-proses tersebut berjalan dalam pola yang disebut Siklus Burst yang akan dijelaskan pada bab ini. Penjadwalan CPU secara garis besar dibagi menjadi 2, yaitu Penjadwalan Preemptive dan Penjadwalan Non Preemptive. Bab ini juga akan memaparkan mengenai kriteria yang baik bagi suatu konsep penjadwalan dan penjelasan mengenai dispatcher, yaitu suatu komponen yang turut terlibat dalam penjadwalan. Penjadwalan sangat penting dalam menentukan performance sebuah komputer karena mengatur alokasiresource dari CPU untuk menjalankan proses-proses di dalam komputer. Penjadwalan CPU merupakan suatu konsep dasar dari multiprograming, karena dengan adanya penjadwalan dari CPU itu sendiri maka proses-proses tersebut akan mendapatkan alokasi resource dari CPU. Penjadwalan Preemptive Penjadwalan CPU mungkin akan dijalankan ketika proses dalam keadaan Berubah dari running ke waiting state. Berubah dari running ke ready state. Berubah dari waiting ke ready state. Dihentikan. Penjadwalan Preemptive mempunyai arti kemampuan sistem operasi untuk memberhentikan sementara proses yang sedang berjalan untuk memberi ruang kepada proses yang prioritasnya lebih tinggi. Penjadwalan ini bisa saja termasuk penjadwalan proses atau M/K. Penjadwalan Preemptivememungkinkan sistem untuk lebih bisa menjamin bahwa setiap proses mendapat sebuah slice waktu operasi. Dan juga membuat sistem lebih cepat merespon terhadap event dari luar contohnya seperti ada data yang masuk yang membutuhkan reaksi cepat dari satu atau beberapa proses. Membuat penjadwalan yang Preemptive mempunyai keuntungan yaitu sistem lebih responsif daripada sistem yang memakai penjadwalan Non Preemptive. Dalam waktu-waktu tertentu, proses dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori proses yang memiliki Burst M/K yang sangat lama disebut I/O Bound, dan proses yang memiliki Burst CPU yang sangat lama disebut CPU Bound. Terkadang juga suatu sistem mengalami kondisi yang disebutbusywait, yaitu saat dimana sistem menunggu request inputseperti disk,keyboard, atau jaringan. Saat busywait tersebut, proses tidak melakukan sesuatu yang produktif, tetapi tetap memakan resource dari CPU. Dengan penjadwalan Preemptive, hal tersebut dapat dihindari. Dengan kata lain, penjadwalan Preemptive melibatkan mekanisme interupsi yang menyela proses yang sedang berjalan dan memaksa sistem untuk menentukan proses mana yang akan dieksekusi selanjutnya. Penjadwalan nomor 1 dan 4 bersifat Non Preemptive sedangkan lainnyaPreemptive. Penjadwalan yang biasa digunakan sistem operasi dewasa ini biasanya bersifat Preemptive. Bahkan beberapa penjadwalan sistem operasi, contohnya Linux mempunyai kemampuan Preemptive terhadapsystem call-nya preemptible kernel. Windows 95, Windows XP, Linux, Unix, AmigaOS, MacOS X, dan Windows NT adalah beberapa contoh sistem operasi yang menerapkan penjadwalan Preemptive. Lama waktu suatu proses diizinkan untuk dieksekusi dalam penjadwalanPreemptive disebut time slice/quantum. Penjadwalan berjalan setiap satu satuan time slice untuk memilih proses mana yang akan berjalan selanjutnya. Bila time slice terlalu pendek maka penjadwal akan memakan terlalu banyak waktu proses, tetapi bila time slice terlau lama maka memungkinkan proses untuk tidak dapat merespon terhadap event dari luar secepat yang diharapkan. Penjadwalan Non Preemptive Penjadwalan Non Preemptive ialah salah satu jenis penjadwalan dimana sistem operasi tidak pernah melakukan context switch dari proses yang sedang berjalan ke proses yang lain. Dengan kata lain, proses yang sedang berjalan tidak bisa di- interupt. Penjadwalan Non Preemptive terjadi ketika proses hanya Berjalan dari running state sampai waiting state. Dihentikan. Ini berarti CPU menjaga proses sampai proses itu pindah ke waiting stateataupun dihentikan proses tidak diganggu. Metode ini digunakan olehMicrosoft Windows dan Macintosh. Ini adalah metode yang dapat digunakan untuk platforms hardware tertentu, karena tidak memerlukan perangkat keras khusus misalnya timer yang digunakan untuk menginterupt pada metode penjadwalan Preemptive. Kriteria Penjadwalan Suatu algoritma penjadwalan CPU yang berbeda dapat mempunyai nilai yang berbeda untuk sistem yang berbeda. Banyak kriteria yang bisa dipakai untuk menilai algoritma penjadwalan CPU. Kriteria yang digunakan dalam menilai adalah 1. CPU Utilization . Kita ingin menjaga CPU sesibuk mungkin. CPU utilization akan mempunyai range dari 0 sampai 100 persen. Di sistem yang sebenarnya ia mempunyai range dari 40 sampai 100 persen. 2. Throughput . Salah satu ukuran kerja adalah banyaknya proses yang diselesaikan per satuan waktu. Jika kita mempunyai beberapa proses yang sama dan memiliki beberapa algoritma penjadwalan yang berbeda, throughput bisa menjadi salah satu kriteria penilaian, dimana algoritma yang menyelesaikan proses terbanyak mungkin yang terbaik. 3. Turnaround Time . Dari sudut pandang proses tertentu, kriteria yang penting adalah berapa lama untuk mengeksekusi proses tersebut. Memang, lama pengeksekusian sebuah proses sangat tergantung dari hardware yang dipakai, namun kontribusi algoritma penjadwalan tetap ada dalam lama waktu yang dipakai untuk menyelesaikan sebuah proses. Misal kita memiliki sistem komputer yang identik dan proses-proses yang identik pula, namun kita memakai algoritma yang berbeda, algoritma yang mampu menyelesaikan proses yang sama dengan waktu yang lebih singkat mungkin lebih baik dari algoritma yang lain. Interval waktu yang diijinkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proses disebut turnaround time. Turnaround time adalah jumlah periode untuk menunggu untuk dapat ke memori, menunggu di ready queue, eksekusi CPU, dan melakukan operasi M/K. 4. Waiting Time . Algoritma penjadwalan CPU tidak mempengaruhi waktu untuk melaksanakan proses tersebut atau M/K, itu hanya mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan proses di antrianready. Waiting time adalah jumlah waktu yang dibutuhkan proses di antrian ready. 5. Response Time . Di sistem yang interaktif, turnaround time mungkin bukan waktu yang terbaik untuk kriteria. Sering sebuah proses dapat memproduksi output di awal, dan dapat meneruskan hasil yang baru sementara hasil yang sebelumnya telah diberikan ke pengguna. Ukuran lain adalah waktu dari pengiriman permintaan sampai respon yang pertama diberikan. Ini disebut response time, yaitu waktu untuk memulai memberikan respon, tetapi bukan waktu yang dipakai output untuk respon tersebut. 6. Fairness . Suatu algoritma harus memperhatikan pengawasan nilai prioritas dari suatu proses menghindari terjadinya starvation CPU time. 7. Efisiensi. Rendahnya overhead dalam context switching, penghitungan prioritas dan sebagainya menentukan apakah suatu algoritma efisien atau tidak. Sebaiknya ketika kita akan membuat algoritma penjadwalan yang dilakukan adalah memaksimalkan CPU utilization dan throughput, dan meminimalkanturnaround time, waiting time, dan response time. Komputer Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang dengan mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Silakan berdiskusi di halaman pembicaraan. Harap pastikan akurasi artikel ini dengan sumber tepercaya. Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman
Pada saat computer / PC dinyalakan ada beberapa proses yang di perlukan sebelum masuk ke dalam jendela Windows diantaran-nya, yaitu Power Supply → Motherboard → Processor → ROM BIOS → POST → CMOS → OS Berikut adalah cara komputer bekerja selama fase boot Arus Listrik, power supply komputer melakukan tes sendiri. Jika semuanya baik, ia akan mengirimkan sebuah sinyal ke “otak” atau CPU Central Processing Unit komputer. Ini memakan waktu sekitar ½ detik. Setelah mendapat sinyal dari power supply, CPU mulai beroperasi, dan menjalankan instruksi yang berada dalam sebuah chip yang disebut ROM BIOS Read Only Memory, Basic Input / Output System. Chip ROM BIOS memiliki informasi secara permanen, sehingga informasi itu tetap bahkan ketika komputer dimatikan. ROM BIOS atau hanya BIOS dirancang untuk mulai segera memberikan perintah setelah menerima kekuasaan. Ini berisi informasi yang mencakup seluruh set instruksi untuk mengelola proses boot-up komputer. Chip BIOS memiliki peranan penting dalam kinerja komputer. Tanpa itu, komputer tidak akan tahu apa yang harus dilakukan berikutnya dalam proses bootstrap. Tugas pertama chip BIOS adalah untuk memulai pemeriksaan dasar dari perangkat keras utama komputer disk drive, keyboard, mouse, printer, scanner, dll untuk memverifikasi bahwa semua bekerja dengan benar. Ini disebut power-on self test POST. BIOS juga mencari dan mengaktifkan ROM lain chip BIOS pada kartu yang berbeda dipasang di komputer misalnya, suara dan grafis kartu video dan menyediakan satu set rutinitas tingkat rendah bahwa sistem operasi digunakan untuk antarmuka dengan semua perangkat keras yang berbeda seperti keyboard, mouse, printer, dll Pada waktu yang sama, BIOS akan memeriksa apakah komputer melakukan cold boot atau warm boot reboot. Jika komputer hanya reboot, BIOS akan melompati sisa POST, dan pergi langsung ke loading sistem operasi. Jika BIOS menemukan komputer mulai dari keadaan off powered, POST akan memverifikasi RAM Random Access Memory, memeriksa PS / 2 port atau port USB untuk keyboard dan mouse, dan memverifikasi bahwa semua perangkat keras bekerja. BIOS kemudian mencari komponen interkoneksi bus perifer PCI dan, mengecek semua kartu PCI. BIOS kemudian memeriksa CMOS untuk daftar harddisk yang diidentifikasi sebagai perangkat boot. CMOS merupakan chip komputer internal yang memegang daftar informasi disk boot dan informasi lainnya termasuk tanggal dan waktu. BIOS mencoba untuk memulai urutan boot dari perangkat pertama yang tercantum dalam daftar CMOS perangkat boot. Daftar ini seperti 1 – floppy drive, 2 – CD-ROM, 3 – hard drive. Jika BIOS tidak menemukan perangkat pertama, yaitu tidak ada floppy disk yang tersedia itu kemudian akan mencoba perangkat berikutnya dalam daftar boot. Setelah BIOS menemukan boot device yang sesuai dengan Master Boot Record yang valid, BIOS tersebut mengalihkan tanggung jawab untuk sisa proses boot ke perangkat itu. Biasanya, perangkat yang valid akan menjadi hard drive komputer. Master Boot Record pada hard disk memiliki dua bagian, yaitu menjelaskan cara hard disk terstruktur atau dipartisi, dan berisi kode partisi loader, yang berisi petunjuk untuk melanjutkan proses boot. Kode loader partisi yang mengambil alih proses boot dari BIOS. Sebuah file tersembunyi yang disebut NTLDR switch CPU untuk mode operasi dilindungi yang menempatkan prosesor dalam mode 32-bit. NTLDR akan mencari file bernama Boot. Jika file boot ini ada, itu akan dimuat ke dalam memori dan pengaturan kustom ditampilkan. NTLDR kemudian mencoba untuk memulai Windows dari partisi 1 dari hard disk pertama, yaitu C drive. NTLDR mencari file bernama yang merupakan file yang dapat mendeteksi dan mengumpulkan daftar komponen perangkat keras yang terinstal. Daftar ini akan dimuat ke dalam registri Windows pada tombol perangkat keras HKEY_LOCAL_MACHINE. Setelah memilih konfigurasi hardware, NTLDR mulai memuat Windows file kernel, yang disebut Kernel adalah komponen utama sistem komputer yang paling operasi. Tanggung jawabnya meliputi sumber daya sistem pengelolaan dan komunikasi antara komponen hardware dan software. Pada saat yang sama, NTLDR juga memuat Hardware Abstraction Layer File ini melindungi file kernel dari permintaan perangkat keras selama fase pertama dari awal startup. Akhirnya NTLDR memuat driver perangkat untuk perangkat boot. Pada titik ini, kernel mengambil alih proses booting dan memulai tahap kedua yaitu startup. Tugas terakhir untuk kernel adalah untuk memulai Subsystem Session Manager SMSS. SMSS bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan user-mode yang menyediakan antarmuka pengguna grafis GUI untuk Windows. SMSS memuat file bernama yang pada gilirannya memulai subsistem grafis Win32. Tak lama setelah dimulai, layar switch ke mode grafis Service Subsystem, semua perangkat lunak yang sudah ditandai untuk Auto Start. Hal ini termasuk anti-virus program, program anti-spyware, dan sejenisnya yang berjalan di latar belakang, melindungi komputer Anda. Setelah semua perangkat dan layanan mulai, Windows mengasumsikan boot berhasil, dan menulis konfigurasi saat ini ke file Dikenal Konfigurasi terakhir. Sekarang proses Login Windows mulai. Kernel memuat file bernama yang diambil alih oleh proses yang disebut Otoritas Keamanan Lokal file Sebuah logon Windows kotak dialog yang ditampilkan, yang muncul kira-kira pada saat yang sama bahwa Subsistem Layanan memulai layanan jaringan. berdasarkan prosesnya, booting dapat dikenali dengan beberapa jenis, yaitu 1. Cold Boot → Boot proses menghidupkan komputer yang terjadi pada saat komputer dalam keadaan mati. Cold boot dilakukan dengan cara menghidupkan komputer dengan menekan tombol switch power. Booting dingin mendaur ulang akses memori acak komputer sekaligus juga menghapus virus-virus yang mungkin berada dalam memori sebelumnya. 2. Warm Boot → Boot proses menghidupkan komputer yang terjadi pada saat komputer dialiri listrik kembali dan listrik dimatikan hanya sejenak. Dengan tujuan mengulang kembali proses komputer dari awal. Warm Boot ini biasanya terjadi disebabkan oleh software crash atau terjadi pengaturan ulang dari sistem. Atau Warm boot bisa juga diartikan mengaktifkan kembali tanpa harus dimatikan terlebih dahulu, misalnya dengan menekan tombol reset, atau memencet sekaligus tombol CTRL + ALT + DEL pada sistem operasi Disk Operating System DOS. Me-restart komputer dengan menekan Ctrl + Alt + Del atau melakukan shutdown dan restart. Booting panas ini dapat dideteksi dan dimanipulasi oleh virus. 3. Soft Boot → Boot proses menghidupkan komputer yang dikendalikan melalui sistem. 4. Hard Boot → Boot proses menghidupkan komputer yang dilakukan dengan cara dipaksa. 5. Reboot → Peristiwa mengulang kembali sistem dari awal. Reboot dilakukan oleh beberapa hal, antara lain seperti sistem tidak bereaksi dalam beberapa lama, atau terjadi perubahan setting dalam sistem.
UrutanProses Booting : Saat komputer dihidupkan, processor menjalankan BIOS, dan kemudian BIOS melakukan POST (power-on-self test), yaitu memeriksa atau mengecek semua hardware yang ada. Kegiatan ini bisa dilakukan, jika setting BIOS benar. BIOS akan mencari disk boot untuk menjalankan sistem operasi. Sistem operasi berjalan dan siap digunakan.
SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Jelaskan proses dilakukan oleh computer pada saat dinyalakan INI JAWABAN TERBAIK 👇 Jawaban yang benar diberikan Rizkur8518 Pertama motherboard akan melakukan POST Power On Self Test untuk mengidentifikasi apakah ada masalah pada hardware atau tidak. Kemudian OS akan menjalankan boot screen. Lalu akan ada tampilan untuk memilih user account. Setelah user account dipilih komputer siap digunakan. Jawaban yang benar diberikan Pencarian Joystick adalah alat masukan komputer yang berwujud tuas atau tongkat yang dapat bergerak ke segala arah, sedangkan games paddle biasanya berbentuk kotak atau persegi terbuat dari plastik dilengkapi dengan tombol-tombol yang akan mengatur gerak suatu objek dalam komputer touch screen adalah display yang mampu mendeteksi lokasi koordinat sentuhan. ini memungkinkan touch screen sekaligus menjadi input device menggantikan keyboard dan mouse. Jawaban yang benar diberikan Pencarian 1. d flash disk 2. d hidupkan stabilizer, cpu, monitor,menu start 3. a keystroke 4. d printer
Jikaada kesalahan, perlu dicurigai dengan urutan chip 8042, CPU, CMOS, atau BIOS. Menentukan Extended Memory. Memory diatas 1MB dialamatkan dalam 64K blok. Keseluruhan blok akan tidak aktif jika ada chip RAM yang rusak dalam blok tersebut. Uji Extended Memory. Extended memory diuji dengan beberapa seri pola.
Komputer, kita pasti tidak asing lagi dengan perangkat digital yang satu ini. Yup.. komputer sangat bisa kita andalkan untuk membantu kita dalam menyelesaikan beberapa urusan seperti melakukan pengolahan data, angka, bermain game,nonton video, internetan dan lain lain... tapi taukah kita bagaimana sih atau apasih yang terjadi di dalam komputer saat dia melakukan proses awal yang di sebut booting.. atau bisa kita bilang apa sih yang di lakukan komputer pada saat kita menekan tombol on/off sehingga komputer tersebut bisa menyala dan menampilkan apa saja yang kita butuhkan. Nah.. pertama tama kita fahami dulu apa itu bios BIOS basic input output system. Bios ini merupakan salah satu software yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras atau hardware pada komputer. Bios ini akan berjalan pertama kali saat komputer di nyalakan. Nah... untuk urutan runtun tentang bagaimana komputer dapat hidup saat kita menekan tombol on adalah sebagai berikut Arus Listrik – Power Supply – Motherboard – Processor – ROM – BIOS – POST – CMOS – OS Jadi begini, pada saat kita menekan tombol on pada komputer itu sama halnya ketika kita menekan tombol pada saklar lampu. Arus listrik akan mengalir menuju power supply yang merupakan tempat energi yang ada pada komputer. selanjutnya ia akan mengirimkan sinyal ke CPU yang merupakan otak kendali pada sebuah komputer Setelah mendapat sinyal, CPU akan mulai beroperasi dan menjalankan instruksi yang berada di sebuah chipset yang di sebut ROM BIOS Pada tahap ini komputer sudah memproses dalah bagian software, BIOS akan memulai pemeriksaan dasar dari perangkat keras komputer seperti hard disk, keyboard, mouse dll yang mana perangkat tersebut adalah perangkan yang pastinya aktif apabila komputer telah aktif. Bios akan memverifikasi bahwa semua perangkat tadi sudah bekerja dengan benar. Selanjutnya BIOS akan mencari boot device yang sesuai dengan Master Boot Recorder yang valid, setelah di temukan BIOS akan mengalihkan tanggung jawab untuk proses sisa boot ke perangkat tersebut Service subsystem, semua perangkat lunak yang sudah di tandai untuk auto start. Gunanya agar perangkat lunak tersebut dapat berjalan secara otomatis setelah proses booting berlangsung. Setelah semua perangkat dan layanan di mulai, windows mengasumsikan boot berhasil dan menulis konfigurasi saat ini ke file yang di kenal dengan Konfigurasi Terahir. Sekarang proses login windows di mulai Windows sudah berjalan. Semua perangkat sudah siap di gunakan Nah... seperti itulah ringkasan dalam proses kerja komputer pada saat kita menekan tombol ON. Mudahnya seperti ketika kita sedang tidur, kemudian kita membuat alarm untuk nantinya dapat membangunkan kita pada waktu terkentu. Ketika alarm berbunyi bisa kita ibaratkan dengan kita menekan tombol on pada komputer. setelah itu telingan kita akan memproses suara ke otak kita serti Power Supply yang mengirim sinyal ke CPU yang merupakan pusat kendali pada komputer, kemudian dari otak kita akan mengirim perintah kembali kepada syaraf syaraf kita dan mengaktifkan semua organ tubuh kita untuk terbangun. Sama juga dengan CPU yang kemudian memberikan perintah kepada bios untuk mengecek seluruh komponen sudah siap kah untuk di jalankan yang kemudian akan masuk ke proses booting dan masuk ke sistem windows. Jadi pada dasarnya proses hidupnya sebuah komputer hampir sama degan proses ketika manusia bangun dari tidur. Baiklah.. sekian untuk pembahasan proses yang dilakukan komputer saat tombol on dinyalakan. Semoga dapat menambah ilmu terutama kepada para pembaca. Terimakasih......
Tanpaitu, komputer tidak akan tahu apa yang harus dilakukan berikutnya dalam proses bootstrap. Tugas pertama chip BIOS adalah untuk memulai pemeriksaan dasar dari perangkat keras utama komputer (disk drive, keyboard, mouse, printer, scanner, dll) untuk memverifikasi bahwa semua bekerja dengan benar. Ini disebut power-on self test (POST).

Pada saat pertama kali komputer kita hidupkan, maka komputer akan melakukan proses yang dinamakan Booting. Untuk komputer dengan sistem operasi Windows, proses booting ini akan terlihat dengan munculnya logo Windows pada tampilan monitor. Dalam postingan kali ini akan kita akan mengenal lebih jauh tentang pengertian dan fungsi dari booting, jenis-jenis serta urutan proses booting yang terjadi pada komputer atau laptop. Apa Itu Booting ? Booting adalah proses yang dilakukan komputer pada saat dinyalakan hingga siap digunakan. Sebagian kita juga mengenal istilah booting sebagai proses startup komputer. Booting berasal dari kata boot yang merupakan singkatan dari bootstrap atau bootstrapping. Bootstrap menggambarkan proses yang secara otomatis memuat dan menjalankan perintah. Selama proses booting ini akan memuat beberapa kode ke dalam memori RAM yang diperlukan untuk memulai Windows sehingga siap untuk digunakan. Apa Fungsi Dari Booting ? Fungsi booting adalah untuk memeriksa perangkat hardware yang terpasang dalam kondisi bisa digunakan dan siap untuk mulai menjalankan sistem operasi. Jenis-Jenis Booting Jenis-jenis booting dapat kita bagi menjadi 2 istilah, yaitu warm boot atau biasa disebut soft boot dan cold boot atau biasa disebut juga sebagai hard booting. Hard Booting dilakukan dengan menekan tombol power pada CPU, sedangkan Warm Booting dilakukan dengan cara merestart komputer. Urutan Proses Booting Pada saat pertama kali dinyalakan, komputer akan melakukan beberapa step dalam urutan yang selalu sama; pertama ROM BIOS akan melakukan serangkaian tes diagnosis untuk memastikan prosesor dan memory bekerja dengan baik. Kemudian BIOS melakukan pengecekan terhadap beberapa komponen komputer lainnya, termasuk hard disk dan video semua tes tersebut selesai dilakukan maka BIOS akan menjalankan urutan pertama dari serangkaian program untuk memulai sistem operasi Windows. Example for a and system configuration sreen Secara lebih detail proses booting komputer ini terdiri dari berberapa tahap sebagai berikut BIOS menjalankan proses “Power On Self Test” POST, selama POST, yaitu melakukan pengetesan terhadap komponen-komponen hardware komputer seperti display adapter, memori,hardisk dan yang pertama kali dicek adalah display adapter yang mempunyai built in test routine sendiri. Pada tahap ini kita bisa melihat layar monitor hanya menampilkan informasi Display AdapterSetelah selesai menjalankan built in routine display adapter, BIOS kembali menjalankan POST routine dan kita bisa melihat tampilan utama POST di layar melakukan pengetesan terhadap Processor dan menampilkan versi Processor ke layar pengecekan Processor selesai, kita bisa masuk ke menu BIOS biasanya dengan menekan tombol DEL atau F2 untuk melakukan beberapa setingan yang kita tidak masuk ke menu BIOS, maka proses booting akan berlanjut dengan BIOS melakukan pengecekan terhadap memory yang terinstallBIOS kemudian melakukan pengecekan terhadap koneksi hardware seperti hard disk, CD Drive dan Floppy koneksi tidak sesuai dengan setingan yang terdapat pada BIOS, maka proses booting akan berhenti dan kita harus kembali masuk ke menu BIOS untuk semua proses diatas sudah terlewati dengan baik, maka BIOS akan menampilkan ringkasan hardware yang terdeteksi ke kemudian memanggil “BIOS Operating System Bootstrap Interrupt ” yang akan menemukan “bootable disk” dengan mencoba me-load setiap disk yang dikonfigurasi sebagai “bootable disk” pada settingan BIOS menemukan “bootable disk”, kemudian me-load program yang terdapat pada “Master Boot Record MBR” dari disk ke dalam memori komputer. Misalkan MBR tersebut terdapat pada partisi yang terinstall sistem operasi windows xp, maka proses kemudian akan berpindah dari proses “Start up Computer” ke proses “Start up Windows”. Untk sistem operasi windows xp, proses startup kurang-lebih dapat diuraikan sebagai berikut MBR akan me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori MBR terdapat pada sector pertama hardisk NTLDR kemudian memindahkan komputer ke “flat memory model” kemudian membaca file Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstall windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp. Sebelum meload windows xp, NTLDR membuka program lain ke dalam memory yang disebut File ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, memberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR. NTLDR kemudian berusaha me-load versi Windows XP yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan file NTOSKRNL pada folder System32 yang terdapat pada directory windows xp . NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah “kernel” Setelah kernel tersebut di-load ke memory, NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named controls Windows’ famous hardware abstraction layer HAL. NTOSKRNL kemudia menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah meload beberapa “low-level system drivers”. Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat “core” sistem operasi windows xp. Kemudian, Windows akan memverifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer, kalau terdapat lebih dari satu hardware profile windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profile maka windows akan langsung me-load default profile. Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “Welcome To Windows XP boot screen”. Terakhir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “logon screen”. Power-on self test POST adalah hal pertama yang berjalan ketika anda menyalakan komputer. Selama proses POST, prosesor menggunakan instruksi yang ada dalam firmware BIOS software yang ada di chip memori pada motherboard komputer untuk mengkonfirmasi bahwa power supply bekerja dengan baik, menjalankan beberapa tes memory dan hardware, mencari perangkat lunak sistem operasi pada hard disk atau beberapa media penyimpanan lainnya, dan mengatur pilihan konfigurasi tertentu di BIOS. Ketika komputer mendeteksi masalah pada saat menjalankan POST, maka akan ditampilkan pesan teks yang menunjukan kesalahan, atau mengeluarkan serangkaian bunyi bip sebenarnya, kode beep. Jika masalah sangat serius sehingga tidak mungkin bagi komputer untuk bekerja dengan baik seperti kegagalan memori, sistem akan diam atau mematikan komputer. Setelah komputer menyelesaikan POST yang ada dalam motherboard, POST akan menjalankan tes tambahan pada beberapa komponen lainnya, termasuk hard disk dan adaptor video. Masing-masing tes ini dapat menghasilkan pesan kesalahannya masing-masing. Setelah POST selesai, komputer mencoba untuk memuat perangkat lunak sistem operasi yang disimpan dalam hard disk, floppy disk, CD, atau beberapa perangkat penyimpanan lainnya. Jika BIOS tidak menemukan masalah, maka BIOS akan mencari boot sector dari media yang menyimpan sistem operasi dan menjalankan program boot loader Windows bernama ntldr NT Loader atau boot loader. Ntldr mengambil alih komputer dari BIOS. Windows menggunakan informasi yang dikumpulkan oleh untuk mengidentifikasi dan mengkonfigurasi berbagai perangkat keras yang digunakan untuk mengirim, menerima, dan menyimpan data. Semua itu termasuk keyboard dan mouse; disk drive dan perangkat penyimpanan data lainnya; adaptor video yang mengontrol tampilan monitor; port I/O input dan output, termasuk serial, paralel, Ethernet, dan port USB; dan setiap input atau output dari perangkat lain yang terpasang pada slot ekspansi yang ada di motherboard. juga membaca informasi tertentu dari firmware BIOS, termasuk waktu dan tanggal. File pada Windows adalah kernel Windows; berisi inti dari sistem operasi Windows. Program ntldr memuat kernel ke dalam memori, bersamaan dengan file yang berisi informasi tentang hardware yang terinstal di komputer. Setelah kedua file dan file hardware berhasil dimuat, Windows akan menjalankan serangkaian program yang disebut -Windows executive‖ yang akan membaca informasi konfigurasi dari Registry Windows dan menjalankan program sekunder dan layanan yang berjalan di latar belakang seperti yang telah ditetapkan untuk dijalankan saat startup. Setelah kernel selesai menjalankan startup pada registry, maka kernel akan menjalankan program Session Manager diantara beberapa fungsi penting lainnya, memindahkan Windows dari mode teks ke mode grafis. Dengan kata lain, ini adalah titik di mana anda mulai melihat gambar grafis pada layar anda. Pada titik ini, Windows mengendalikan komputer anda secara penuh. Layar logon akan meminta username dan password pengguna jika ada. Setelah user masuk, Windows memuat apapun program startup tambahan yang ditentukan dalam Registry untuk akun pengguna tersebut. Registry menentukan satu kumpulan script logon, program startup, dan layanan untuk setiap pengguna. Ini termasuk perangkat tambahan untuk sistem inti Windows, program keamanan seperti antivirus atau antispyware, dan program utilitas lain yang berjalan di latar belakang operasi. Setelah Windows selesai menjalankan script dan semua program dan layanan yang ditentukan, proses startup Windows selesai, desktop Windows terlihat bersamaan dengan munculnya wallpaper favorit anda, dan komputer siap untuk digunakan. Last updated on December 17, 2021

Sejarahkomputer berawal dari abad ke-19, ketika Charles Babbage mencoba untuk mendesain komputer mekanik yang bernama Mesin Analitikal.Desain ini menjadi basis kerangka desain komputer sekarang. Secara garis besar, pengembangan komputer terbagi dalam empat generasi: Generasi pertama dimulai ketika komputer digunakan dalam akademi dan militer, seperti Komputer Atanasoff-Berry dibuat pada tahun
OK guys. Kali ini kalian akan belajar perihal proses yang terjadi ketika komputer dinyalakan. Mungkin kalian bertanya-tanya proses seperti apa yang terjadi di dalam komputer ketika kita menekan tombol power pada komputer. Karena yang kita lihat hanya di monitor tampilan logo produsen komputer, logo sistem operasi Windows, Linux, MacOS, dan lain-lain dan masuk di tampilan desktop. Tanpa perlu berpanjang lebar, lets check this out!! Ketika kamu pertama kali menyalakan PC personal computer atau komputer personal, PC melewati beberapa proses internal sebelum siap digunakan. Ini disebut proses boot, atau boot PC. Boot adalah kependekan dari bootstrap. Proses booting dikendalikan oleh BASIC INPUT OUTPUT SYSTEM BIOS. Chipset BIOS BIOS adalah perangkat lunak yang tersimpan pada chip memori flash. Di komputer, BIOS tertanam di motherboard. Kadang-kadang, produsen PC akan merilis pembaruan untuk BIOS, dan Anda dapat dengan hati-hati mengikuti instruksi untuk “mem-flash BIOS” dengan perangkat lunak yang diperbarui. Motherboard Komputer Selain mengendalikan proses boot, BIOS menyediakan antarmuka konfigurasi dasar untuk komponen perangkat keras PC. Dalam antarmuka itu, kamu dapat mengonfigurasi hal-hal seperti urutan untuk membaca drive saat boot dan seberapa cepat prosesor harus dibiarkan berjalan. Periksa dokumentasi PC Anda untuk mengetahui cara memasukkan antarmuka BIOS-nya. Informasi ini sering ditampilkan ketika Anda pertama kali mem-boot komputer, juga dengan pesan seperti, “press DEL or F2 to enter the setup menu.” Berikut ini adalah ringkasan proses booting di PC Tombol daya mengaktifkan catu daya di komputer, mengirimkan daya ke motherboard dan komponen lainnya. PC melakukan POST power-on self-test. POST adalah program komputer kecil di dalam BIOS yang memeriksa kegagalan perangkat keras. Satu “bip” setelah POST memberi sinyal bahwa semuanya baik-baik saja. Urutan “bip” lainnya menandakan kegagalan perangkat keras, dan spesialis perbaikan PC membandingkan urutan ini dengan bagan untuk menentukan komponen mana yang gagal. PC menampilkan informasi pada monitor yang terpasang yang menunjukkan detail tentang proses booting. Ini termasuk produsen dan revisi BIOS, spesifikasi prosesor, jumlah RAM yang dipasang, dan drive yang terdeteksi. Banyak PC telah mengganti menampilkan informasi ini dengan layar splash yang menunjukkan logo pabrik. Anda dapat mematikan layar splash di pengaturan BIOS jika Anda lebih suka melihat teks. BIOS mencoba mengakses sektor pertama drive yang ditetapkan sebagai disk boot. Sektor pertama adalah kilobyte pertama disk secara berurutan, jika drive dibaca berurutan dimulai dengan alamat penyimpanan pertama yang tersedia. Disk boot biasanya adalah hard disk atau solid-state drive yang sama yang berisi sistem operasi Anda. Anda dapat mengubah disk boot dengan mengkonfigurasi BIOS atau mengganggu proses booting dengan urutan tombol sering ditunjukkan pada layar boot. BIOS mengkonfirmasi ada bootstrap loader, atau boot loader, di sektor pertama dari disk boot, dan memuat boot loader itu ke dalam memori RAM. Boot loader adalah program kecil yang dirancang untuk menemukan dan meluncurkan sistem operasi PC. Setelah boot loader berada di memori, BIOS menyerahkan pekerjaannya ke boot loader, yang kemudian mulai memuat sistem operasi ke dalam memori. Ketika boot loader menyelesaikan tugasnya, itu mengalihkan kendali PC ke sistem operasi. Kemudian, OS siap untuk interaksi pengguna. OK guys. gmana? gampang kan? kalo masih sulit, silakan dibaca kembali dengan saksama. by the way, nih saya lampirkan diagram proses ketika komputer dinyalakan pada sistem operasi Windows. Telah Terbit 29 Oktober 201911 November 2021 Navigasi pos
Videoberikut ini berisi cara kerja komputer secara rinci dari mulai proses booting sampai dengan masuk desktop. Agar lebih paham, simak dahulu bagian komputer secara rinci. Video sudah dilengkapi dengan flowchart detail sehingga alur kerja komputer lebih mudah dipahami. Lihatlah menggunakan komputer, pc-desktop, laptop, maupun smartphone Tahapan 1 Booting Hello Readers, tahapan pertama dalam proses kerja komputer adalah booting. Booting adalah proses awal yang dilakukan oleh komputer ketika dinyalakan. Saat booting, komputer akan melakukan pengecekan terhadap hardware dan software yang ada di dalamnya. Jika semua perangkat keras dan perangkat lunak berfungsi dengan baik, maka komputer akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahapan 2 Loading OS Setelah proses booting, komputer akan memuat sistem operasi OS yang terpasang di dalamnya. OS adalah program yang bertanggung jawab untuk mengatur dan mengelola semua aktivitas pada komputer. Setelah OS terpasang, komputer akan siap untuk digunakan. Tahapan 3 Pemrosesan Data Setelah OS terpasang, komputer akan memulai tahap pemrosesan data. Pemrosesan data adalah proses pengolahan informasi yang dilakukan oleh komputer. Proses ini melibatkan CPU Central Processing Unit, RAM Random Access Memory, dan Hard Disk. Tahapan 4 Input dan Output Setelah data diproses, komputer akan melakukan tahap input dan output. Input adalah proses memasukkan data ke dalam komputer, sedangkan output adalah proses mengeluarkan data dari komputer. Input dan output bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat seperti keyboard, mouse, printer, dan monitor. Tahapan 5 Penyimpanan Data Setelah data diproses dan dihasilkan outputnya, komputer akan menyimpan data tersebut. Data bisa disimpan di dalam hard disk, flash disk, atau media penyimpanan lainnya. Penting untuk selalu melakukan backup data agar data tidak hilang ketika terjadi kerusakan pada perangkat penyimpanan. Tahapan 6 Shutdown Setelah selesai menggunakan komputer, penting untuk melakukan shutdown dengan benar. Shutdown adalah proses mematikan komputer dengan aman. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kerusakan pada perangkat keras dan lunak. Kesimpulan Dalam artikel ini, kita telah mengenal lebih dekat tentang tahapan proses kerja komputer yang benar. Dari booting, loading OS, pemrosesan data, input dan output, penyimpanan data, hingga shutdown, semua tahapan harus dilakukan dengan benar untuk menjaga kinerja dan keandalan komputer. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya. NAWx.
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/399
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/191
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/101
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/160
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/195
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/317
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/62
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/121
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/230
  • jelaskan proses yang dilakukan komputer pada saat dinyalakan