Invasikura asing di perairan air tawar Indonesia! Di Indonesia, ada 3 spesies kura tidak asli Indonesia yang bisa ditemukan di perairan airtawarnya. Ketiga jenis ini memberi dampak negatif terhadap › Indonesia kaya jenis kura-kura, termasuk 14 jenis kura-kura yang dilindungi pemerintah. Nama kura-kura di Indonesia beraneka ragam, di antaranya penyu, labi-labi, biuku, beluku, bajuku, dan baning. OlehALBERTUS SUBUR TJAHJONO 3 menit baca Setiap tanggal 23 Mei, para aktivis pencinta kura-kura memperingati Hari Kura-kura Sedunia sebagai penanda perlindungan satwa liar tersebut. Di tengah banyaknya kura-kura impor, Indonesia sebetulnya kaya kura-kura, termasuk 14 jenis kura-kura yang dilindungi Images/Mark Kolbe Kura-kura galapagos di Kebun Binatang Dubbo, Australia, 20 April melindungi ke-14 jenis kura-kura tersebut dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Dalam klasifikasi dunia satwa, kura-kura termasuk dalam kelas Reptilia dan ordo Testudinata. Dalam ordo ini, terdapat enam keluarga kura-kura yang di dalamnya ada 14 jenis kura-kura yang dilindungi di kura-kura di Indonesia beraneka ragam, antara lain, kura-kura, penyu, labi-labi, biuku, beluku, bajuku, dan yang dilindungi ada dua jenis yang termasuk dalam keluarga Chelidae. Kedua jenis itu adalah kura-kura rote Chelodina mccordii dan kura-kura papua leher panjang Chelodina novaeguineae. Dari namanya, kedua jenis kura-kura ini memang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, dan Kura-kura leher ular Pulau Rote milik Ny Sarche Pellokila yang dipelihara di rumahnya di Desa Lidabesi, Kecamatan Rote Tengah, Nusa Tenggara Timur, 22 Mei yang dilindungi ada enam jenis. Dalam Cheloniidae terdapat lima jenis, yaitu penyu bromo Caretta caretta, penyu hijau Chelonia mydas, penyu sisik Eretmochelys imbricata, penyu lekang Lepidochelys olivacea, dan penyu pipih Natator depressus. Penyu lainnya dalam dalam keluarga Dermochelyidae adalah penyu belimbing Dermochelys coriacea.Ada dua jenis labi-labi yang dilindungi. Dalam keluarga Carettochelyidae terdapat satu jenis, yaitu labi-labi moncong babi Carettochelys insculpta. Dalam keluarga Trionychidae terdapat labi-labi bintang Chitra chitra.Dalam keluarga Geoemydidae terdapat tiga jenis yang dilindungi, yaitu biuku Batagur affinis, beluku Batagur borneoensis, dan bajuku Orlitia borneensis. Dalam keluarga Testudinidae terdapat baning coklat Manouria emys. Nama spesies borneensis menunjukkan beluku dan bajuku berasal dari jenis kura-kura ini dilindungi karena harganya yang menggiurkan untuk diperdagangkan, seperti dilaporkan sejumlah wartawan harian SASTRA Tukik penyu lekang baru menetas di tempat konservasi penyu Jambak Sea Turtle Camp, Pantai Pasir Jambak, Padang, Sumatera Barat, siap dilepaskan ke laut, Jumat 31/5/2019.Sejak Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor berlaku 11 Juli 2018, penegakan hukum atas peraturan tersebut dilaksanakan harian Kompas, Wisnu Aji Dewabrata, dalam harian Kompas edisi 27 September 2018, melaporkan, polisi membongkar perdagangan labi-labi moncong babi yang dijual secara daring melalui media sosial dengan harga Rp hingga Rp 1 juta per ekor tergantung ukuran. Dari kasus ini, polisi menangkap tersangka ES di Tangerang, Banten karena menjual 128 labi-labi itu.”Kami memburu teman ES yang mendatangkan labi-labi moncong babi dari Papua. Mereka punya komplotan yang mendatangkan kura-kura dari Papua dengan pesawat,” kata Kepala Subdit Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ganis Setyaningrum, Rabu 26/9/2018, di Jakarta. Labi-labi moncong babi itu akan diselundupkan ke Hong Kong dan tahun kemudian, wartawan harian Kompas di Yogyakarta, Nino Citra Anugrahanto, dalam edisi 16 Februari 2021 kembali melaporkan perdagangan labi-labi moncong babi di juga Satwa Dilindungi Masih Leluasa Diperjualbelikan secara DaringCerita labi-labi moncong babi ini hanya satu contoh kisah bagaimana sebagian masyarakat tidak menghargai kekayaan fauna asli jual-beli ini diketahui beredar di Facebook. Labi-labi moncong babi dijual Rp per ekor. RYS, salah satu pedagang, menyampaikan, kenalannya menawarkan menjual labi-labi moncong babi. ”Saya lihat labi-labi moncong babi, kok, lucu. Saya beli dan dijual lagi lewat media sosial. Saya tidak tahu statusnya kalau satwa ini dilindungi,” kata ditangkap petugas dari Direktorat Kepolisian Perairan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Labi-labi moncong babi dikirim ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA CITRA ANUGRAHANTO Labi-labi moncong babi yang menjadi barang bukti dalam kasus perdagangan satwa dilindungi dalam pengungkapan kasus, di Direktorat Kepolisian Air Polda DIY, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa 16/2/2021.Cerita labi-labi moncong babi ini hanya satu contoh kisah bagaimana sebagian masyarakat tidak menghargai kekayaan fauna asli Nusantara. Cerita lainnya pada jenis kura-kura lain juga tak kalah mengenaskan, termasuk kisah lagi yang akan menghargai kekayaan satwa liar asli negeri kita selain kita sendiri? Oleh karena itu, setiap 23 Mei masyarakat diingatkan untuk peduli akan kura-kura di sekitar kita. Kurakura ploughshare berkubah emas asli Madagaskar adalah jenis kura-kura yang paling terancam punah di muka bumi. Kondisi itu terjadi karena maraknya aksi perburuan liar. Kura-kura Madagaskar dianggap sebagai salah satu spesies hewan yang paling indah, kian terancam karena perburuan daging dan perdagangan hewan liar yang merajalela.
Mengenal Kura-Kura Leher UlarHabitat Upaya Melestarikan Kura-kura Leher Ular / Mengenal Kura-Kura Leher Ular Kura-kura eksotis ini merupakan satwa yang hanya ditemukan di lahan basah Pulau Rote, merupakan sebuah pulau kecil yang memiliki luas sekitar hektar di ujung negeri ini. Jarak dari barat daya Pulau Timor kurang lebih 20 km untuk memasuki wilayah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kura-kura leher ular atau kura-kura leher panjang yang dikarenakan kepala seperti ular dan lehernya yang panjang mempunyai nama ilmiah yaitu Chelodina Mccordi. Jenis kura-kura ini diklasifikasikan ke suku Chelidae, yang mempunyai ciri khas leher yang agak panjang dan fleksibel Hananto, 2015. Kura-kura ini mempunyai habitat di kabupaten terselatan Indonesia yang merupakan salah satu dari 25 spesies kura-kura terancam punah di Indonesia, bahkan di dunia. Kura-kura ini ditemukan pertama kali pada tahun 1891 oleh George Albert Boulanger dan akhirnya oleh Dr. Anders Rhodin dari Research Foundation Lunenburg pada tahun 1994 dipisahkan menjadi spesies tersendiri. Spesies kura-kura ini mempunyai bentuk yang unik, seperti berukuran kecil, sisi karapas atau tempurung yang melengkung condong ke atas, dan kepala yang menyerupai ular. Kura-kura ini juga tidak seperti kura-kura pada umumnya, spesies ini tidak bisa menarik masuk kepalanya sampai ke dalam tempurung, dikarenakan lehernya yang sangat panjang. Untuk dapat melindungi bagian leher dan kepalanya, dilakukan dengan melipat lehernya secara menyamping di bawah sisi bagian yang luar tempurung. Untuk panjang dari tempurungnya sendiri bisa sampai 18–24 cm dan mempunyai warna coklat keabu-abuan ataupun kadang-kadang coklat kemerahan. Habitat Foto / Oki Hidayat/Balai Litbang LHK Kupang Kura-kura ini termasuk di dalam keluarga cheloniidae merupakan salah satu dari 25 spesies kura-kura yang terancam punah. Status tersebut juga masuk ke dalam kategori CRPEW ataupun biasanya disebut Possibility Extinct in the Wild. Pada tahun 2018 pula kura-kura leher ular Pulau Rote dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No P. 106/Menlhk/Setjen/Kum, 2-12-2018 Yudistirani, 2020. Kura-kura ini mempunyai tempat tinggal di danau, rawa, dan juga sawah di selatan Pulau Rote. Kura-kura spesies ini juga seringkali diperjualbelikan oleh para pencinta atau kolektor reptil endemik nasional ataupun internasional. Hal inilah yang membuat Kura-kura tersebut lebih sering ditemukan di penangkaran daripada di habitat aslinya. Kura-kura ini sampai awal tahun 1970-an muda ditemukan di sekitaran Pulau Rote, seperti di kubangan, sungai, sawah, ataupun di sepanjang danau-danau kecil di sekitar Pulau Rote. Hambatan yang biasanya dihadapi saat perkembangbiakannya ialah permasalahan reproduksi yang harus menunggu sampai umur sekiranya 5 tahun untuk dapat bertelur. Susahnya pakan yang segar dan sehat di habitatnya. Untuk sekali bertelur, Kura-kura ini dapat menghasilkan sekiranya 8–14 butir yang dilakukan umumnya tiga kali dalam setahun. Ukuran telur kura-kura jenis ini mempunyai diameter sekiranya 30×20 mm dan mempunyai berat sampai 8-10 gram. Tukik akan segera menetas setelah tiga bulan pengeraman di alam. Saat tukik menetas, ukurannya sekitar 28 x 20. Dalam waktu pertumbuhan, warna tukik yang semulanya pucat berubah menjadi warna abu-abu kemerahan/kecoklatan di kala beranjak dewasa. Kura-kura spesies ini oleh IUCN akhirnya dimasukkan ke status kritis. Sebelum bisa dideskripsikan dengan ilmiah, satwa ini sangat populer di dunia internasional yang biasanya sebagai hewan peliharaan, sampai perdagangannya dilarang pada tahun 2001, dikarenakan populasinya yang menyusut begitu signifikan. Beberapa populasi kura-kura ini di Pulau Rote menempati area sempit yang mempunyai luas sekitar 70 km persegi di Pulau Rote, namun pada nyatanya satwa ini belum dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Upaya Melestarikan Kepala Dinas LHK NTT Ir. Ferdy J. Kapitan, kiri, Kepala BBKSDA NTT Ir. Timbul Batubara, Kanan dan Country Director WCS-IP Dr. Noviar Andayani kanan pada acara serah terima fasilitas koloni asuransi kura-kura rote di Kupang Untuk dapat memulihkan populasi Kura-kura ini di Pulau Rote, Balai Besar KSDA NTT menggandeng kerja sama dengan WCS IP untuk bisa mendatangkan serta memulangkan kembali atau biasa disebut repatriasi satwa khas Pulau Rote ini dari luar negeri. WCS-IP merupakan suatu lembaga yang mempunyai dedikasi dalam menyelamatkan kehidupan liar dan juga tempat-tempat liar dengan melakukan pemahaman secara menyeluruh terhadap masalah-masalah kritis dan menemukan solusi dengan berbasis ilmu pengetahuan serta mengambil sebuah tindakan konservasi yang menguntungkan manusia maupun alam Wismabrata, 2019. Upaya perlindungan yang dilakukan BBKSDA NTT ialah dengan mempunyai rencana dengan memulangkan beberapa ekor kura-kura leher ular yang berada di Singapura untuk bisa dilepaskan dan dilestarikan di Pulau Rote Ndao. BBKSDA NTT melakukan hal itu dengan harapan untuk populasi kura-kura kepala ular bisa ada lagi dan berkembang biak di daerah tersebut 2020. Sebelum dilakukannya proses pelepasan di Pulau Rote Ndao, beberapa kura-kura tersebut yang berasal dari Singapura akan dipelihara sekiranya tiga bulan di Kupang untuk dapat beradaptasi. Ads Sekitar 28 ekor kura-kura jenis ini akan dipulangkan ke habitatnya dengan segera di Danau Peto, Desa Maubesi, Kec Rote Tengah, Kab Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT akan melaksanakan upacara adat pada saat pengembalian atau pemulangan 28 kura-kura leher ular atau Chelodina mccordi yang didatangkan dari kebun binatang di Singapura Bere, 2019. Upacara yang diadakan untuk dijadikan sebagai pedoman di dalam sebuah pengelolaan kura-kura tersebut bersama ekosistemnya untuk dapat mendukung sebagai bentuk perlindungan satwa langka itu. Menurut penelitian, di Pulau Rote masih ada setidaknya tiga danau yang cocok dan bisa serta ideal untuk pengembangbiakan kura-kura ini, yaitu Danau Peto dan dua danau di Kec Landu Leko, yaitu Lendo Oen dan Danau Ledulu 2020. Fasilitas koloni asuransi adalah sebuah tempat transit koloni satwa kura-kura yang sudah optimal dan lebih lengkap. Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah tonggak sejarah untuk bisa menyelamatkan kura-kura jenis ini di Pulau Rote. Adapun fasilitas-fasilitas penunjang yang membantu dalam penangkaran tersebut, seperti adanya tempat pengembangbiakan, tempat karantina, dan ada tempat habituasi sebagai tempat sebelum dilepasliarkan. Dengan adanya kasus seperti ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT menghimbau serta mengajak segala elemen dan lapisan masyarakat agar bisa menjaga kelestarian kekayaan SDA yang ada di daerahnya masing-masing dan juga ikut mendukung langkah-langkah yang pemerintah di dalam upaya-upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistem di Indonesia. Penulis Dhevin Mulya Rayhan Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!
Sebagianbesar spesies yang ditemukan bukan merupakan asli dari Indonesia dan diperkirakan diimpor secara illegal. Dalam survei selama empat bulan pada 2015, peneliti menemukan 4.985 kura-kura darat dan air tawar dari 65 spesies yang berbeda. Hampir separuh dari spesies itu masuk kategori terancam punah berdasarkan Daftar Merah Spesies yang

- Diego, si kura-kura penyelamat spesiesnya, akan segera kembali ke habitatnya setelah hampir 80 tahun berada di penangkaran. Sebagai bagian dari program konservasi, Diego berperan dalam menghasilkan ratusan kura-kura kecil-membantu meningkatkan populasinya dari segelintir menjadi sekitar individu selama beberapa dekade terakhir. Diego merupakan hewan asli Pulau Española dan dikenal sebagai kura-kura raksasa Española Chelonoidis hoodensis. Hampir delapan dekade lalu, ia diambil dari habitatnya oleh sekelompok ekspedisi ilmiah dan dibawa ke Kebun Binatang San Diego di California. Namun, pada 1960-an, sebuah program pelestarian dibentuk dalam rangka menyelamatkan spesies kura-kura raksasa yang semakin berkurang. Hanya ada 12 betina dan dua ekor jantan yang hidup di Pulau Española pada 1970. Mereka terlalu tersebar di pulau sehingga sulit untuk berkembang biak satu sama lain. Baca Juga Kabar Baik, 10 Spesies Burung Penyanyi Terbaru Ditemukan di Indonesia Diego kemudian dibawa ke Pulau Santa Cruz di Galapagos untuk mengikuti program tersebut, dengan 14 kura-kura Española lainnya. Bersama-sama, mereka memproduksi ratusan bayi kura-kura yang kemudian dikembalikan ke tempat asli mereka. Kini, di Española terdapat kura-kura raksasa dan Diego memainkan peran besar dalam repopulasi tersebut. "Sekitar kura-kura telah dikembalikan ke Española. Sekarang dengan reproduksi alami, diperkirakan kita memiliki sekitar kura-kura," kata Jorge Carrion, direktur Galapagos National Parks. "Ini menunjukkan bahwa mereka mampu berkembang dan bereproduksi," imbuhnya. Seperti halnya banyak hewan di seluruh dunia, penurunan populasi kura-kura Española dan kerabatnya di pulau Galapagos, disebabkan oleh manusia. Dahulu kala, pemburu paus, pelaut, dan bajak laut membunuh sekitar 100 ribu hewan yang dianggap “enak”-menjadikannya sebagai sumber makanan karena mereka dapat dimuat ke kapal dan bertahan hidup dalam waktu yang lama tanpa makanan atau air. Baca Juga Suhu Ekstrem di Australia, Puluhan Ribu Kelelawar Mati Kepanasan Kepulauan Galapagos membutuhkan kura-kura raksasa karena mereka berperan dalam mengendalikan dan menyebarkan tanaman di pulau. Ketika mereka memakan tanaman, menginjak-injak, dan menyebarkan benih, kura-kura raksasa dikenal sebagai spesies kunci karena mereka memiliki efek besar pada lingkungan sekitar mereka dibandingkan dengan hewan lainnya. Di usianya yang ke-100, Diego akhirnya akan kembali ke rumahnya pada Maret mendatang, delapan dekade setelah ia dipisahkan dari sana. Diego akan menjalani sisa-sisa harinya dengan kerabatnya-mengunyah tanaman dengan lezat di sana. "Diego memberi kontribusi besar pada garis keturunan yang kami kembalikan ke Española. Ada perasaan bahagia bisa mengembalikan kura-kura itu ke kehidupan normalnya," pungkas Carrion.

HewanAsli Indonesia, Kura-Kura Leher Ular Punah di Habitat Aslinya di Pulau Rote, NTT Menurut Batubara, satwa ini merupakan satu-satunya kura-kura leher ular genus Chelodina yang berada di luar dataran Papua-Australia dan masuk dalam da. Sabtu, 29 Juni 2019 21:57. Editor: Alfred Dama. HomePengetahuanYuk, Mengenal Lebih Dekat Kura-kura Leher Ular Rote!Indonesia memang mempunyai beberapa spesies kura-kura endemik asli negeri ini. Salah satunya yaitu kura-kura leher ular rote Chelonida mccordi. Sesuai namanya, kura-kura leher ular rote ini berasal dari Rote, Nusa Tenggara Timur. Lehernya yang berukuran panjang menyerupai tubuh ular membuat kura-kura ini mendapatkan julukan kura-kura leher ular atau kura-kura leher panjang. Tapi sayangnya status konservasi kura-kura ini kini berada di level yang leher ular rote tergolong dalam famili Cheloniidae di genus Chelonida. Kura-kura ini sangatlah unik. Ukuran lehernya yang cukup panjang membuat kura-kura ini berbeda dari postur kura-kura pada umumnya. Begitu pula dengan bentuk tempurungnya yang menarik sekali. Karena bentuk lehernya ini pula, kura-kura leher ular rote tidak dapat memasukkan seluruh bagian kepalanya ke dalam tempurung. Hal ini tentu merupakan suatu keunikan tersendiri bagi bangsa AnimaliaFilum ChordataClass SauropsidaOrdo TestudinesFamily CheloniidaeGenus ChelonidaSpesies Chelonida mccordiHabitat Alaminya di DanauKura-kura leher ular rote merupakan satwa endemik Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur NTT. Faktanya ialah kura-kura ini ternyata satu-satunya kura-kura leher ular d genus Chelodina yang habitat alaminya berada di luar dataran Australia dan Papua. Di Pulau Rote, kura-kura ini tinggal di danau-danau seperti Danau Peto, Danau Enduy, dan Danau Naluk. Kura-kura ini memang hidup di air tawar serta menyukai lingkungan perairan dengan kondisi yang cukup dalam dan Kura-kura Semi-AquaticSebagaimana kura-kura leher panjang lainnya, kura-kura leher ular rote merupakan kura-kura semi-aquatic. Artinya adalah kura-kura ini mampu bertahan hidup di lingkungan perairan dan daratan. Tetapi memang kura-kura leher ular asal Rote ini lebih suka tinggal di dalam air karena lebih aman dan nyaman. Di air, kura-kura ini mampu berenang dengan cepat serta mudah mendapatkan makanannya. Kura-kura ini biasanya akan naik ke daratan sekadar untuk berjemur, berpindah ke tempat lain, atau saat Sebagai Binatang OmnivoraKura-kura leher ular rote adalah kura-kura pemakan segala. Di habitat alaminya, kura-kura ini biasanya mengonsumsi ikan-ikan kecil, udang, cacing tanah, serta biota-biota air lainnya. Sesekali kura-kura ini juga akan memakan kangkung yang tumbuh di tepi perairan, tanaman genjer, daun talas, serta rumput-rumput liar. Kura-kura leher ular rote ini umumnya lebih aktif pada siang hari, terutama untuk mencari makanan. Sedangkan pada malam harinya, kura-kura ini lebih memilih untuk bersembunyi di tempat yang ini Populasinya Sangat KritisJenis satwa endemik kura-kura asli Pulau Rote yakni kura-kura leher ular rote kini populasinya telah dinyatakan berada di bawah ambang kepunahan. Populasi kura-kura ini sangat kritis. Bahkan di habitat alaminya sendiri, kura-kura ini sudah tidak dapat ditemukan lagi. Mungkin saja warga masyarakat Rote Ndao sudah lama dengan keberadaan kura-kura ini. Untungnya sekarang mulai galak dilakukan upaya untuk memulihkan keberadaan kura-kura leher ular rote. Kami sarankan bagi Anda yang memiliki kura-kura ini, silakan menyerahkannya ke BBKSDA terdekat agar penyelamatan kura-kura leher ular rote ini semakin berhasil. Diperkirakankura-kura ini telah berusia lebih dari 250 tahun. Hewan dengan keistimewaan ini pun juga memiliki hari peringatan tersendiri, yaitu Hari Kura-Kura Sedunia yang diperingati setiap 23 Mei setiap tahunnya. Peringatan ini pertama kali dilakukan pada tahun 2000 oleh sebuah organisasi pecinta penyu dan kura-kura asal Amerika bernama
Nakama Aquatics – Di Indonesia ini kita boleh patut berbangga atas kekayaan yang kita miliki di tanah air. Sebab banyak sekali kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia, khususnya hewan seperti kura-kura. Kura-kura ini begitu nyaman tinggal di Indonesia, mengapa? Lihat saja, alam sangat mendukung keberadaan kura-kura ini. Mulai dari sungai, danau, rawa-rawa, hutan, hingga bakau. Dengan keadaan yang sangat mendukung seperti ini, bisa dibilang ini adalah habitat surga bagi mereka. Aspek makanan, kelembaban, kesejukan, dan faktor-faktor lainnya sangat disukai kura-kura. Kura-kura yang berasal dari Indonesia jumlahnya sangat banyak, tetapi dari jumlahnya yang sangat banyak itu Nakama Aquatics merangkum menjadi 7 kura-kura. Apa saja itu? Kamu penasaran? Yuk simak berikut!! 1. Kura-kura Ambon Sumber gambar [at]bang_wor Instagram Pada ururtan pertama ada yang namanya kura-kura Ambon. Siapa yang tidak mengenal kura-kura Ambon? Kura-kura ini begitu banyak dijual di pasaran. Hampir seluruh lapisan masyarakat sebenarnya dapat membeli kura-kura ini karena harganya terjangkau. Kura-kura Ambon ternyata punya nama lain, yaitu kura-kura sawah dan kura-kura batok. Tidak hanya itu, kura-kura ini juga punya nama ilmiah yaitu Cuora amboinensis. Kura-kura yang kerapasnya mampu mencapai panjang 25 cm ini menyebar mulai dari Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, hingga Pulau Sumatera. Oh iya, perlu diketahui bahwa kura-kura Ambon termasuk kura-kura semi-akuatik, dimana reptil ini terkadang di dalam air tetapi juga bisa berada di permukaan untuk berjemur. 2. Kura-kura Forsteni Sumber gambar [at] Instagram Lalu pada ururtan kedua ada yang namanya kura-kura Forsteni. Memang tidak semua hobiis punya kura-kura ini karena harganya yang cukup menggiurkan. Maksudnya menggiurkan adalah bisa merogoh kocek yang lumayan dalam. Kura-kura yang memiliki nama latin Indotestudo forstenii ini memiliki markas di Pulau Sulawesi. Apakah hanya ada di Pulau Sulawesi saja? Ya, habitat yang sebenarnya dari kura-kura ini hanya berada di Pulau Sulawesi saja. Kura-kura Forsteni mampu tumbuh mencapai panjang 18 hingga 25 cm. Wow besar juga ya? Tidak hanya besar kerapasnya saja, namun kura-kura ini termasuk kura-kura yang memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat serta cenderung menyukai tempat yang lembab. 3. Kura-kura Hutan Sulawesi Yuwonoi Sumber gambar Nah yang berikutnya yang ketiga adalah kura-kura Hutan Sulawesi atau biasa disebut kura-kura Yuwonoi. Hewan bertempurung ini punya nama latin Leucocephalon yuwonoi. Merasa ada yang unik dari sosok kura-kura Yuwonoi? Yap, paruh bagian atasnya benar-benar menusuk ke bawah sehingga mirip seekor burung. Dan bentuk mulutnya yang meruncing mirip dengan paruh burung Betet menjadikannya daya tarik tersendiri. Lucu bukan? Anda tertarik? Bicara soal penyebaran wilayah, kura-kura Yuwonoi punya markas yang cukup eksklusif. Memangnya di mana? Kura-kura ini merupakan hewan endemik pulau Sulawesi, Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain. Dengan kata lain, di dunia ini kura-kura Yuwonoi hanya dapat ditemukan di pulau Sulawesi. Wow keren kan? Sebagai bangsa Indonesia kita patut berbangga karena punya hewan yang lucu ini. 4. Kura-kura Moncong Babi Monbi Sumber gambar Selanjutnya pada ururtan keempat ada yang namanya Kura-kura Moncong Babi. Beberapa orang banyak yang menyebutkan labi-labi Moncong Babi, yang mana sebenarnya tidak terlalu masalah sih. Poin pentingnya adalah mereka sama-sama merujuk pada Carettochelys insculpta. Karena memang dilihat dari strukturnya juga kura-kura ini sedikit mirip dengan ciri-ciri dari labi-labi. Ini adalah jenis kura-kura yang paling banyak diminati meskipun harganya cukup membuat kita berpikir dua kali sebelum membelinya. Walaupun harganya bisa dikatakan cukup mahal, namun banyak orang ngotot ingin membeli kura-kura Moncong Babi karena ciri khasnya yang unik dan lucu. Kura-kura Moncong Babi punya ciri khas seperti kaki yang menyerupai dayung seekor penyu. Kemudian hidung yang mirip sekali dengan hidung babi. Kura-kura Moncong Babi berasal dari mana sih? Reptil yang akrab disebut Monbi’ ini menyebar cukup luas. Berdasarkan data yang dikutip dari beberapa sumber, kura kura ini punya markas mulai dari sungai di daerah selatan Papua hingga di beberapa tempat di Queensland utara merambat hingga Australia. 5. Kura-kura Matahari Sumber gambar Pada ururtan kelima ada yang namanya kura-kura Matahari. Nah ini mungkin yang agak mainstream atau biasa kita temui di beberapa toko terdekat. Kura-kura Matahari juga biasanya disebut sebagai kura-kura duri, karena bagian tepi pada tempurungnya yang berbentuk duri-duri tajam. Oh iya kura-kura ini punya nama ilmiah Heosemys spinosa. Kura-kura Matahari memiliki penyebaran wilayah Kalimantan dan Sumatera serta pulau-pulau lain di sekitarnya seperti Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Natuna, dan beberapa pulau di Nias. Ukuran yang dapat dicapai kura-kura Matahari juga lumayan besar, berkisar antara 18-22 cm dengan berat kisaran 1-2 kg. Habitat dari kura-kura Matahari adalah sungai-sungai kecil yang dangkal yang terdapat di hutan hujan tropis, tepatnya di dataran rendah dengan ketinggian hingga 900 meter dpl. Sebagai informasi tambahan, kura-kura ini termasuk kura-kura semi-akuatik. 6. Kura-kura Tuntong Laut Sumber gambar Selanjutnya pada urutan keenam ada yang namanya kura-kura Tuntong Laut. Tuntong laut? Apa itu? Mungkin beberapa dari kita ada yang masih asing atau bahkan memang tidak tahu sama sekali tentang kura-kura ini. Kura-kura yang punya nama ilmiah Batagur borneoensis adalah kura-kura yang lebih banyak hidup di air payau. Biasanya sering ditemukan di hutan-hutan bakau. Habitatnya adalah hutan bakau, anak sungai, dan beberapa tempat lain yang masih dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Kura-kura Tuntung Laut termasuk kura-kura yang sangat besar, ukuran kerapasnya bisa mencapai panjang 60 cm. Kemudian yang menjadi ciri khas kura-kura Tuntung Laut adalah pada kepalanya terdapat warna putih dan garis merah. Ternyata nih kura-kura Tuntung Laut punya banyak nama lain seperti Beluku sebutan orang Sumatera, Tuntong Semangka, Tuntung, Tum-Tum sebutan orang Kalimantan Timur, dan kura-kura Jidat Merah sebutan orang Kalimantan Barat. 7. Kura-kura Leher Ular Pulau Rote Sumber gambar Yang terakhir pada ururtan ketujuh ada yang namanya kura-kura Leher Ular. Kura-kura ini mempunyai nama ilmiah Chelidona mccordi. Kura-kura ini juga cukup terkenal walaupun tidak banyak yang ingin memelihara karena kura-kura ini merupakan kura-kura yang cukup berbahaya. Kalau ditanya kura-kura ini berasal dari mana? Sesuai namanya, kura-kura Leher Ular Pulau Rote berasal dari Pulau Rote. Hewan ini memang endemik dari Pulau Rote. Tidak seperti kura-kura lainnya, kura-kura ini memiliki leher yang sangat panjang menyerupai ular. Dan juga kura-kura ini tidak mampu menarik masuk kepalanya hingga ke dalam tempurung karena lehernya yang panjang. Nah itulah 7 jenis kura-kura yang ada di Indonesia. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi Nakama Aquatics hanya mengambil yang populer dan yang unik saja. Semoga bermanfaat!!
Kurakura ini termasuk jenis kura-kura darat sejati (tortoise) karena sepenuhnya hidup di daratan. Tahukah kamu bahwa kura-kura jenis ini dapat hidup selama 80-150 tahun. Indonesia sendiri memiliki dua spesies asli, yaitu Baning Sulawesi (Indotestudo forsteni), dan Baning Cokelat (Manouria emys). Kura-kura Sulcata doyan makan tauge.
HomePengetahuanHabitat Kura-kura Tidak Cuma di Sawah Loh, Yuk Cari Tahu di Mana Lagi!Ada begitu banyak spesies kura-kura di dunia ini. Kenyataannya yaitu kura-kura mempunyai karakteristik dan sifat yang bermacam-macam. Tempat tinggal kura-kura juga berbeda-beda. Anda mungkin pernah menemukan kura-kura di sawah atau sungai. Karena memang rata-rata habitat kura-kura asli Indonesia berada di sana. Namun bukan berarti semua kura-kura adanya cuma di sawah/sungai ya. Anda juga bisa kok menemukannya di pedalaman hutan, pegunungan, sampai gurun lingkungan tempat tinggalnya, terdapat dua jenis kura-kura di dunia ini yakni kura-kura air dan kura-kura darat. Untuk kura-kura air sendiri masih dapat dikelompokkan lagi menjadi dua macam yaitu kura-kura full-aquatic serta kura-kura semi-aquatic. Jadi memang tidak semua kura-kura itu dapat hidup di perairan dan daratan. Ada kura-kura yang hanya tinggal di daratan saja. Namun ada pula kura-kura lain yang cuma hidup di perairan. Dia hanya naik ke daratan untuk cari tahu habitat alami kura-kura itu ada di mana saja sih!Sungai dan DanauSebagian besar kura-kura memang tinggal di wilayah perairan. Faktanya, jumlah spesies kura-kura air ini lebih banyak daripada kura-kura darat. Rata-rata kura-kura tersebut tinggal di sepanjang aliran sungai dan berkumpul di danau. Bahkan setiap danau di dunia ini pasti dihuni oleh kura-kura yang merupakan binatang endemik dari danau tersebut. Contoh kura-kura yang tinggal di sungai atau danau di antaranya kura-kura brazil, kura-kura ambon, kura-kura leher panjang, dan PersawahanBeberapa kura-kura juga suka tinggal di area persawahan. Sebab memang di sawah ini banyak terdapat makanan kura-kura seperti ikan, keong, belut, cacing, dan belalang. Biasanya sih kura-kura memilih area persawahan yang lokasinya jauh dari keramaian untuk ditinggali. Kura-kura yang tinggal di sawah ini biasanya bersifat nokturnal. Dia lebih suka beraktivitas ketika malam hari untuk menghindari predator. Contoh kura-kura yang bisa Anda temukan di sawah yaitu kura-kura MSE dan kura-kura HutanDi dalam hutan, Anda pun dapat menemukan kura-kura loh. Maksud kami adalah wilayah daratan yang ada di pedalaman hutan ya, tidak termasuk danau dan sungai. Di sini Anda bisa menjumpai kura-kura darat yang tinggal di hutan tersebut. Bahkan di hutan-hutan di Indonesia pun banyak terdapat kura-kura darat. Misalnya yaitu kura-kura emys dan kura-kura forsteni. Kura-kura hutan umumnya memakan daun, buah, rumput, dan bunga-bunga liar yang ditemukannya. Kadang-kadang kura-kura ini pun memakan serangga-serangga PegununganAda beberapa spesies kura-kura yang lebih senang tinggal di dataran tinggi ketimbang dataran rendah. Kura-kura ini suka berada di daerah pegunungan yang memang mempunyai kondisi cuaca dengan suhu udara yang lebih rendah dan cukup lembab. Contohnya yaitu kura-kura radiatta, kura-kura cherry head, dan kura-kura red foot. Kura-kura ini biasanya memilih lokasi di pedalaman hutan yang terletak di area pegunungan untuk ditinggali. Mereka tidak suka terik panas yang terlalu Rawa-rawaSejumlah kura-kura memilih untuk tinggal di daerah rawa-rawa yang memiliki air payau. Kemungkinan besar kura-kura tersebut memilih tinggal di sini sebab persediaan makanannya yang cukup melimpah. Rawa-rawa memang menjadi habitat alami banyak ikan. Karena melihat banyaknya ikan yang ada di sini, kura-kura pun tertarik untuk tinggal dan menetap. Contoh kura-kura yang bisa Anda temukan di rawa-rawa yaitu kura-kura beluku alias tuntong Gurun PasirAda cukup banyak kura-kura darat yang berasal dari Benua Afrika. Sebagian besar kura-kura tersebut tinggal di daerah gurun pasir. Postur tubuh yang dimilikinya berhasil membuat kura-kura ini sanggup bertahan hidup di tengah-tengah cuaca ekstrem di sini. Contoh kura-kura yang habitat alaminya terletak di gurun pasir antara lain kura-kura sulcata, kura-kura aldabra, kura-kura pardalis, dan kura-kura galapagos. Kura-kura ini umumnya mengonsumsi pucuk daun dan serangga-serangga kecil.
Tiga belas kura-kura leher ular atau kura-kura rote yang dipulangkan dari Singapura ke Nusa Tenggara Timur (NTT) selanjutnya akan dilepaskan kembali ke habitat aslinya di Danau Peto, Kabupaten Rote Ndao. "Selama enam bulan 13 ekor kura-kura ini akan ditempatkan di sini dulu, jika sudah bisa beradaptasi maka akan langsung dilepas ke Rote Ndao, tepatnya di Danau Peto," kata Kepala
Kura-kura Berleher Ular Pulau Rote Foto MI/Mohamad Irfan – Setiap tanggal 23 Mei diperingati sebagai Hari Kura-kura Sedunia sebagai penanda perlindungan satwa liar tersebut. Di Indonesia terdapat beragam jenis kura-kura. Empat belas jenis di antaranya dilindungi pemerintah. Perlindungan terhadap jenis kura-kura tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Kura-kura termasuk dalam kelas Reptilia dan ordo Testudinata. Dalam ordo ini, terdapat enam keluarga kura-kura. Di dalamnya ada 14 jenis kura-kura yang dilindungi di Indonesia. Di Indonesia, nama kura-kura beraneka ragam, yaitu kura-kura, penyu, labi-labi, biuku, beluku, bajuku, dan baning. Keempat belas jenis kura-kura yang dilindungi adalah kura-kura 2 jenis, penyu 6 jenis, labi-labi 2 jenis, biuku 1jenis, beluku 1 jenis, bajuku 1 jenis, dan baning 1 jenis. Berikut keempat belas jenis kura-kura yang dilindungi pemerintah Kura-kura rote Chelodina mccordii Kura-kura papua leher panjang Chelodina novaeguineae. Penyu bromo Caretta carettaPenyu hijau Chelonia mydas Penyu sisik Eretmochelys imbricataPenyu lekang Lepidochelys olivacea Penyu pipih Natator depressus Penyu belimbing Dermochelys coriaceaLabi-labi moncong babi Carettochelys insculpta Labi-labi bintang Chitra chitraBiuku Batagur affinisBeluku Batagur borneoensis Bajuku Orlitia borneensis Baning cokelat Manouria emys Ke-14 jenis kura-kura tersebut dilindungi karena harganya yang menggiurkan untuk diperdagangkan. Sejak Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor berlaku 11 Juli 2018, penegakan hukum atas peraturan tersebut dilaksanakan polisi. Sayangnya pemburuan liar dan perdagangan ilegal kura-kura yang dilindungi masih saja terjadi di Indonesia. Baca juga Kepulauan Penyu Nusantara YjdK37.
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/122
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/133
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/384
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/201
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/188
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/81
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/362
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/183
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/194
  • kura kura asli indonesia