Batang( bahasa Latin: caulis) merupakan salah satu dari organ dasar tumbuhan berpembuluh. Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain bertumpu, dan tumbuh. Daun dan akar dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang untuk menjalankan fungsi yang lebih khusus. [1] Dasar batang birch kuning ( Betula alleghaniensis) Batang adalah
JawabanEpidermisEpidermis merupakan batang yang tersusun dari sebuah sel rapat tanpa ruang antar sel epidermis atas berbeda dengan epidermis bawah. Permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah disebut dikelilingi epidermis. Di antara sel epidermis ada yang berubah menjadi sel penutup, idioblas, dan berbagai tipe epidermis sebagai pelindung dari bahaya kekeringan. Pada tumbuhan dikotil memiliki lapisan epiermis berupa kulit kayu yang berbentuk dari jaringan merupakan yang tersusun dari jaringan parenkin yang berkloroplas. Sel-selnya berdinding tipis dan tersusun tidak beraturan dengan ruang antarsel yang di luar korteks yang berbatasan dengan epidermis terdiri atas kolenkim atau batang dapat juga berisi sklereida, sel sekretori, dan juga Mengapa Tumbuhan Kantong Semar dan Venus Memakan Serangga?EndodermisBatas antara korteks dan stela adalah endodermis. Endodermis batang berbeda dengan endodermis endodermis terdiri atas sel hidup yang berbentuk silinder kosong. Dinding endodermis mempunyai struktur yang khas dan khusus.

Kemudiankulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering. atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah, kemudian diikat dengan tali

Pembahasan Akar merupakan bagian paling bawah dari tumbuhan. Akar berfungsi untuk menambatkan dan memperkokoh berdirinya tumbuhan, menyerap air dan garam mineral, bernapas, serta tempat menyimpan cadangan anatomi akar terdiri atas Epidermis Epidermis terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada permukaan luar epidermis, terdapat rambut akar yang berfungsi memperluas bidang penyerapan serta menyerap air dan garam mineral. Korteks Di sebelah dalam epidermis, terbentuk suatu lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkimyang disebut korteks. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Endodermis Korteks dan silinder pusat dibatasi oleh selapis sel yang disebut endodermis. Dinding sel endodermis mengalami penebalan lignin dan suberin. Penebalan ini membentuk struktur seperti pita yang disebut pita caspary. Penebalan ini menyebabkan dinding sel endodermis tidak dapat ditembus air dan zat hara lainnya. Silinder Pusat Sil inder pusat terletak di sebelah dalam endodermis. Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut dan jaringan-jaringan lainnya. Di lapisan terluar dari silinder pusat terdapat perisikel atau perikambium. Aktivitas perisikel membentuk cabang-cabang akar. Serkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang tersusun teratur membentuk jari-jari atau radial. Batang berfungsi untuk menegakkan tubuh tumbuhan serta menghubungkan akar dan daun. Pada beberapa jenis tumbuhan, batang menjadi tempat penimbunan cadangan anatomi batang mirip dengan akarterdiri atas Epidermis Jaringan epidermis batang umumnya terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang antarsel, dan mempunyai kutikula. Korteks Korteks tersusun dari sel-sel parenkima berdinding tipis. Letak sel-sel parenkima tidak teratur dan mempunyai banyak ruang antarsel. Selain itu, di dalam korteks terdapat kolenkima dansklerenkima yang berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Endodermis Tidak seperti pada akar, lapisan endodermis batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks. Stele Stele terletak di sebelah dalam korteks. Di dalam stele terdapat sel-sel parenkima dan berkas pengangkut xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dariakar ke daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Daun pada umumnya berwarna hijau serta berbentuk Iebar dan pipih. Bagian yang tipis melebar disebut helai daun. Bentuk daun ada yang bulat, panjang, lancip, dan duri. Pada helai daun terdapat tulang-tulang daun. Struktur anatomi daun terdiri atas Epidermis Epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah dan pada umumnya terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Ada pula epidermis daun yang terdiri atas beberapa lapis sel, misalnya pada tanaman Ficus, Nerium, dan Piper. Pada epidermis terdapat celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Celah atau pori itu disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Mesofil Mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang palisade dan bunga karang spons, sedangkan padatumbuhan monokotil, mesofiltidak berdiferensiasi dan bentuknya seragam sehingga tidak dapat dibedakan antara jaringan palisade atau bunga karang. Jaringan palisade tersusun darisel-sel palisade berbentuk silindris panjang dan rapat seperti tiang. Berkas pembuluh. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang terletak di antara jaringan bunga karang. Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang tulang daun adalah untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah fungsi xilem dan mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan fungsi floem. Bunga merupakan organ tumbuhan yang berfungsi sebagai organ reproduksi generatif. Struktur bunga terdiri atas Kelopak Kelopak merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat di lingkaran luar, biasanya berwarna hijau. Pada waktu bunga masih kuncup, kelopak berfungsi sebagai selubung yang melindungi kuncup. Helaian penyusun kelopak bunga disebut sepal. Mahkota Mahkota merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Mahkota bunga mempunyai bentuk dan warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berfungsi menarik serangga untuk membantu penyerbukan. Helaian penyusun mahkota bunga disebut petal. Benang sari Alat kelamin jantan terletak di lapisan setelah mahkota bunga. Alat kelamin jantan terdiri atas sejumlah benang sari stamen. Stamen memiliki kepala sari anter di ujung tangkai sari filamen. Dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari teka yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari polen. Serbuk sari inilah yang disebut gamet jantan. Putik Alat kelamin betina putik dapat tersusun dari satu atau lebih daun tersusun dari bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik. Akar merupakan bagian paling bawah dari tumbuhan. Akar berfungsi untuk menambatkan dan memperkokoh berdirinya tumbuhan, menyerap air dan garam mineral, bernapas, serta tempat menyimpan cadangan makanan. Struktur anatomi akar terdiri atas Epidermis Epidermis terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada permukaan luar epidermis, terdapat rambut akar yang berfungsi memperluas bidang penyerapan serta menyerap air dan garam mineral. Korteks Di sebelah dalam epidermis, terbentuk suatu lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkim yang disebut korteks. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Endodermis Korteks dan silinder pusat dibatasi oleh selapis sel yang disebut endodermis. Dinding sel endodermis mengalami penebalan lignin dan suberin. Penebalan ini membentuk struktur seperti pita yang disebut pita caspary. Penebalan ini menyebabkan dinding sel endodermis tidak dapat ditembus air dan zat hara lainnya. Silinder Pusat Sil inder pusat terletak di sebelah dalam endodermis. Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut dan jaringan-jaringan lainnya. Di lapisan terluar dari silinder pusat terdapat perisikel atau perikambium. Aktivitas perisikel membentuk cabang-cabang akar. Serkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang tersusun teratur membentuk jari-jari atau radial. Batang berfungsi untuk menegakkan tubuh tumbuhan serta menghubungkan akar dan daun. Pada beberapa jenis tumbuhan, batang menjadi tempat penimbunan cadangan makanan. Struktur anatomi batang mirip dengan akar terdiri atas Epidermis Jaringan epidermis batang umumnya terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang antarsel, dan mempunyai kutikula. Korteks Korteks tersusun dari sel-sel parenkima berdinding tipis. Letak sel-sel parenkima tidak teratur dan mempunyai banyak ruang antarsel. Selain itu, di dalam korteks terdapat kolenkima dan sklerenkima yang berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Endodermis Tidak seperti pada akar, lapisan endodermis batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks. Stele Stele terletak di sebelah dalam korteks. Di dalam stele terdapat sel-sel parenkima dan berkas pengangkut xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Daun pada umumnya berwarna hijau serta berbentuk Iebar dan pipih. Bagian yang tipis melebar disebut helai daun. Bentuk daun ada yang bulat, panjang, lancip, dan duri. Pada helai daun terdapat tulang-tulang daun. Struktur anatomi daun terdiri atas Epidermis Epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah dan pada umumnya terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Ada pula epidermis daun yang terdiri atas beberapa lapis sel, misalnya pada tanaman Ficus, Nerium, dan Piper. Pada epidermis terdapat celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Celah atau pori itu disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Mesofil Mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang palisade dan bunga karang spons, sedangkan pada tumbuhan monokotil, mesofil tidak berdiferensiasi dan bentuknya seragam sehingga tidak dapat dibedakan antara jaringan palisade atau bunga karang. Jaringan palisade tersusun dari sel-sel palisade berbentuk silindris panjang dan rapat seperti tiang. Berkas pembuluh. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang terletak di antara jaringan bunga karang. Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang daun. Fungsi tulang daun adalah untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah fungsi xilem dan mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan fungsi floem. Bunga merupakan organ tumbuhan yang berfungsi sebagai organ reproduksi generatif. Struktur bunga terdiri atas Kelopak Kelopak merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat di lingkaran luar, biasanya berwarna hijau. Pada waktu bunga masih kuncup, kelopak berfungsi sebagai selubung yang melindungi kuncup. Helaian penyusun kelopak bunga disebut sepal. Mahkota Mahkota merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Mahkota bunga mempunyai bentuk dan warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berfungsi menarik serangga untuk membantu penyerbukan. Helaian penyusun mahkota bunga disebut petal. Benang sari Alat kelamin jantan terletak di lapisan setelah mahkota bunga. Alat kelamin jantan terdiri atas sejumlah benang sari stamen. Stamen memiliki kepala sari anter di ujung tangkai sari filamen. Dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari teka yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari polen. Serbuk sari inilah yang disebut gamet jantan. Putik Alat kelamin betina putik dapat tersusun dari satu atau lebih daun buah. Putik tersusun dari bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik. Source
DibacaNormal 2 menit. Berikut ini penjelasan fungsi bagian-bagian Akar merupakan organ utama organa principalia pada cormophyta, yang tidak berbuku-buku, tidak beruas-ruas, umumnya tidak berklorofil, umumnya sebagian/seluruhnya berada dalam substrat tanah atau air. Sifat akar diantaranya tumbuh secara Geotropis/Hidrotropis positif dan Geotropis/Hidrotropis negative, bentuknya Silindris, polisimetris, seperti papan, dengan bagian ujungnya meruncing, tumbuh terus dan meristematis, tidak dapat hidup bila terpisah dari pangkalnya, tidak dapat menumbuhkan tubas, daun dan bunga. Fungsi utamanya yaitu mengabsorpsi air dan unsur-unsur hara mineral dalam bentuk larutan garam-garam tanah / ion-ion, mengalirkan dan unsure hara dari daerah absorpsi ke pangkal batang, mengokohkan bagian tubuh tanaman pada substratnya, sedangkan pada akar tanaman tertentu sering terjadi perubahan bentuk dan susunannya sehingga fungsinya pun berubah seperti tempat menyimpan cadangan makanan ubi akar, membantu fotosintesis, akar asimilasi, membantu respirasi, akar nafas Pneumatophorus, membantu melekatka tumbuhan tersebut pada sandarannya akar lekat radix adligans. Bagian-bagian akar terdiri dari pangkal akar, batang akar, ujung akar, akar cabang, akar bulu, bulu akar, tudung akar dan pembungkus akar. Berdasarkan asalnya akar dapat dibedakan menjadi akar lembaga radicula, akar tunggang radix primaria, dan akar serabut radix adventicia. Sedangkan menurut bentuknya tedapat bermacam-macam yaitu akar seperti ujung tombak, akar seperti gasing, akar bentuknya seperti benang, akar yang bercabang-cabang, akar yang bentuknya seperti benang-benang halus, akar gantung, akar penggerek , akar lekat, akar napas, akar belit dan akar tunjang. Akar-akar tersebut tersusun dari bermacam-macam jaringan diantaranya jaringan meristem, epidermis, eksodermis, kortex, endodermis, stele dan calyptras. Batang merupakan organ utama organa principalia pada cormophyta, yang berbuku-buku nodia dan ruas-ruas internodia, umumnya tidak berklorofil, umumnya sebagia tau seluruhnya berada diatas substrat / tanah. Sifat batang yaitu sudah terbentuk sejak tanaman berupa embrio batang lembaga = caulinum = caulicula, mempunyai arah tumbuh fototropisma/heliotropisme positif dan geotropism /hidrotropisme negative, pada buku batang tubuh/keluar daun ,cabang, ranting, bunga, buah. Fungsi batang menyangga dan membawa organ-organ lain ke tempat yang baik sesuai dengan fungsinya, menghimpun jaringan pembuluh alat pengangkut yaitu xylem mengangkut hasil fotosintesis,merupakan tempat tumbuhnya daun,cabang,ranting,bunga,buah dan tempat menyimpan zat-zat makanan cadangan. Bagian-bagian batang antara lain pangkal batang collum caulinum, hypocotil, epocotyl, ujung batangapex caulinum, primordial daun, primordial cabang. Letak batang terhadap tanah ada yang terlihat dan ada yang tidak jelas terlihat seperti adda yang disebut planta acaulis, caudex dan rhizome. Batang berdasarkan kandungan zat kayulignin dapat dibedakan menjadi batang lunak herbaceous dan batang keraslignosus. Bentuk batang dapat dibedakan menjadi teres, angularis dan discoideus. Batang tersususn dari bermacam-macam jaringan diantaranya epidermis, kortex, endodermis dan stele. Pada golongan gymnospermae dan dycotiledonae adanya pertumbuhan sekunder batang menyebabkan diameter batang bertambah lebar. Akar adalah bagian pangkal tumbuhan pada batang yang berada dalam tanah dan tumbuh menuju pusat bumi. Ada beberapa tumbuhan yang mempunyai akar muncul ke permukaan tanah untuk fungsi-fungsi tertentu karena persediaan oksigen yang terbatas dan aerase yang buruk di dalam tanah. Akar dalam istilah ilmiahnya disebut “Radix”, merupakan bagian utama dari tumbuhan yang telah memiliki pembuluh. Pada ujung-ujung akar terdapat meristem apikal yang terus membelah diri dan berkembang juga terdapat kaliptra tudung akar yang berfungsi sebagai pelindung. Tudung akar berasal dari meristem apikal dan terdiri dari sel-sel parenkim. Jaringan meristem adalah jaringan muda pada tumbuhan yang aktif membelah menghasilkan sel-sel baru terdapat pada titik-titik pertumbuhan. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan atau “zona perpanjangan sel”. Setelah zona ini terdapat “zona differensiasi sel” dan “zona pendewasaan sel”. Pada zona differensiasi sel, sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen, misalnya beberapa sel terdifferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar embrio juga dinamakan radikula. Pada Gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran lebih kecil. Sistem akar seperti itu disebut akar tunggang. Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan tanaman dan segera mengering. Dari dekat pangkalnya atau didekatnya akan muncul akar baru yang disebut akar tambahan atau akar adventif. Keseluruhan akar adventif seperti itu dinamakan susunan akar serabut. Panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti porositas tanah, tersedianya air dan mineral, dan kelembapan tanah. Morfologi akar terdiri dari rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar. Fungsi Akar Berikut ini terdapat beberapa fungsi akar, yaitu sebagai berikut Akar tumbuhan sebagai jangkar untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya. Akar berfungsi sebagai media penyerapan air dan garam-garam mineral zat unsur hara dari dalam tanah Dalam kondisi tertentu akar berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya akar pada tumbuhan mangrove jenis tanaman dikotil, yang disebut “pneumatofor“akar napas. Akar berfungsi untuk tempat penyimpanan cadangan makanan. Misalnya wortel dan kentang memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Beberapa jenis akar tumbuhan berfungsi sebagai organ reproduktif vegetatif. Misalnya pada tumbuhan sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang akan menjadi individu baru. Melekatkan tumbuhan pada substrat serta menyerap air serta garam-garam tanah dari substrat itu. Membantu pengangkutan air dan zat nutrisi Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau Rhizopora sp. akar berperan untuk pernapasan. Alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu Sifat Akar Berikut ini terdapat beberapa sifat akar, yaitu sebagai berikut Tidak mempunyai klorofil, Tidak mempunyai nodus tidak berbuku-buku dan internodus tidak beruas serta tidak mendukung daun- daun atau sisik maupun bagian-bagian lainnya, Bentuknya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah, Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi pertumbuhannya masih kalah jika dibandingkan dengan batang. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi geotrop atau menuju ke air hidrotrop, meninggalkan udara dan cahaya. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bagian-Bagian Akar Berikut ini terdapat beberapa bagian-bagian akar, yaitu sebagai berikut Secara Morfologis dipotong membujur Struktur dan Jaringan akar terdiri atas leher akar pangkal akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar kaliptra. Bagian akar yang secara langsung terhubung dengan batang disebut leher akar. Sementara bagian yang berada di antara leher dan ujung akar dinamakan batang akar. Selanjutnya, akar juga memiliki bagian menonjol pada batang yang membentuk cabang akar. Selain itu, ada juga akar halus bercabang-cabang yang disebut serabut akar. Lalu, akar juga memiliki bagian yang mengalami diferensiasi pada jaringan epidermisnya. Bagian ini dinamakan rambut akar. Sementara, bagian ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem saat akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar. Di belakang tudung akar terdapat berbagai zona pertumbuhan primer. Zona yang dimaksud adalah zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan zona pematangan. Perhatikan Gambar dibawah. Pada zona pembelahan sel terdapat meristem apikal atau meristem primer. Meristem apikal menghasilkan sel-sel meristem dan mengganti sel tudung akar yang mengelupas saat menembus tanah. Sel pusat tenang juga terdapat pada lapisan ini. Fungsi sel pusat tenang adalah sebagai cadangan pemulihan meristem saat mengalami kerusakan. Di dalam zona ini terdapat protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Masing-masing akan menghasilkan tiga sistem jaringan. Zona pembelahan sel berhubungan dengan zona pemanjangan. Di dalam zona ini sel-sel mengalami perpanjangan sepuluh kali panjang asalnya. Akibatnya, ujung akar terdorong semakin jauh ke dalam tanah. Sementara zona pematangan pada akar mengalami spesialisasi dan diferensiasi sesuai fungsinya. Selain beberapa zona tersebut, akar juga memiliki struktur tertentu. Kalian dapat mengamati strukturnya melalui preparat awetan sayatan akar yang masih muda dengan menggunakan mikroskop. Struktur akar dari luar ke dalam berturut-turut adalah jaringan epidermis, korteks, dan stele silinder pusat. Agar dapat membandingkan struktur akar tumbuhan dikotil dan monokotil, perhatikan Gambar 5. Secara anatomi dipotong melintang Struktur dan jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut Epidermis terdiri dari satu lapis sel berasal dari protoderm yang tersusun rapat Di dalamnya terdapat dinding berkutikula dan susunan sel yang rapat. Selain itu, epidermis terdapat rambut akar yang berguna memperluas permukaan sel sehingga penyerapan air dan zat terlarut lebih efisien. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis Lapisan berikutnya adalah korteks. Korteks terletak di antara lapisan epidermis dan stele. Pada korteks terdapat sel-sel parenkim yang berdinding sel tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel. Lapisan luar korteks tersebut dinamakan eksodermis. Ruang antarsel berperan dalam pertukaran gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan yang terdapat pada korteks antara lain parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Endodermis terletak di sebelah dalam korteks Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melalui protoplasma yang melekat pada pita kaspari dan melalui dinding sel yang letaknya sejajar dengan silinder pusat. Gambar pita kaspari. Pada lapisan endodermis juga ditemui lapisan yang mengalami penebalan zat gabus. Penebalan tersebut membentuk huruf U, sehingga disebut sel U. Sel ini bersifat impermiabel sehingga tidak dapat dilalui air. Penebalan gabus ini tidak dapat ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang terletak segaris dengan xilem yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Jadi Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan stele serta berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat..gabus ini tidak dapat ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang terletak segaris dengan xilem yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Stele silinder pusat terletak di sebelah dalam endodermis Prokambium pada meristem primer berkembang menjadi stele silinder pusat. Stele terdapat pada akar bagian dalam, tepatnya di sebelah dalam endodermis. Stele tersusun dari empulur, perisikel dan berkas vaskuler fasis atau pembuluh pengangkut. Empulur merupakan sel-sel parenkim yang terdapat pada stele tumbuhan monokotil. Berkas vakuler atau jaringan pengangkut Lapisan berikutnya adalah berkas vaskuler atau jaringan pengangkut. Di dalam berkas vaskuler terdapat xilem dan floem. Xilem akar dikotil terletak di pusat dan berbentuk bintang, sedangkan floemnya terletak di luar xilem. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki struktur yang berselang-seling. Selain itu, di antara xilem dan floem akar tumbuhan dikotil terdapat kambium atau kolateral terbuka. Sementara, pada tumbuhan monokotil tidak ada kambium atau kolateral tertutup. Empulur ini dikelilingi oleh xilem dan floem secara bergantian. Sementara itu, lapisan terluar stele membentuk periskel atau perikambium. Sel-sel stele pada perisikel ini mudah membelah dan membentuk cabang. Karena itu, cabang akar pertumbuhannya bersifat endogen. Sehingga stele ini dapat membentuk kambium jari-jari empulur. Bentuk-Bentuk Akar Secara umum ada tiga macam bentuk dan tipe sistem perakaran, yakni Sistem Perakaran Tunggang Radix Primaria Sistem Perakaran ini terdapat pada tumbuhan dikotil. Akar ini terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar, merupakan perkembangan dari akar primer dari biji berkecambah. Akar tunggang terdapat jaringan parenkim yang berfungsi untuk menyimpan makanan. misalnya pada tanaman; wortel, ubi dan sebagainya dalam bentuk umbi-umbian. Sistem Perakaran Serabut Radix Adventicia Sistem perakaran ini dimiliki oleh tumbuhan monokotil. Akar ini terdiri dari sejumlah akar kecil, ramping, dan berukuran sama. Perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak-banyaknya. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Sistem Perakaran Adventif Sistem perakaran Adventif adalah sistem perakaran yang bukan berasal dari akar primer. Contohnya akar dari batang cangkokan, akar dari umbi batang, dan akar dari stek, bahkan ada akar yang dari daun. Akar dengan Fungsi Khusus Pada umumnya akar tumbuh di dalam tanah dan menuju ke pusat bumi. Dalam kondisi tertentu sebagai bentuk adaptasinya terhadap lingkungan beberapa jenis tumbuhan memiliki akar-akar yang mempunyai sifat dan tugas khusus antara lain Akar udara Radix aereus Akar udara juga disebut akar gantung yang keluar dari bagian-bagian dari atas tanah. biasanya menggantung ke udara dan tumbuh di atas tanah bergantung pada tingginya tempat permukaan keluarnya akar gantung dapat mencapai panjang sampai 30 m. Selama masih menggantung akar ini hanya dapat menolong menyerap air dan zat gas dari udara dan sering kali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun udara dan air setelah mencapai tanah. Apabila telah menembus tanah akar udara akan bersifat seperti akar biasa yang menyerap air dan zat makanan dari tanah bagian yang ada di atas tanah seringkali berubah menjadi batang akar gantung dapat ditemukan pada anggrek kalajengking Arachnis flos-aeris dan beringin Ficus benjamina. Akar Penggerek Haustorium Akar penggerek disebut juga akar pengisap. Akar ini merupakan akar-akar yang terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit. Akar ini berfungsi untuk menyerap air atau makanan dari inangnya. Akar penggerek dapat ditemukan pada benalu Loranthus, yang berupa akar penggerek yang menembus kulit batang inangnya sampai kebagian kayu. Akar Pelekat Radix adligans Merupakan akar-akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat. Akar pelekat berfungsi untuk menempel pada penunjangnya saja, misalnya pada lada Piper nigrum, sirih Piper betle, dan arisema Arisaema sp. Akar Pembelit Cirrhus radicalis Akar pembelit berfungsi untuk memanjat, tetapi tanpa memeluk penunjangnya. Contoh akar pembelit dapat ditemukan pada vanili Vanilla planifolia. Akar Napas Pneumatophora Struktur ini memiliki cabang-cabang akar yang tumbuh tegak lurus ke atas hingga muncul dari permukaan tanah air tempat tumbuhnya tumbuhan. Akar ini mempunyai banyak liang-liang atau celah-celah Pneumatophora untuk masuknya udara yang diperlukan dalam pernapasan. Tumbuhan yang memiliki akar seperti ini biasanya hidup di tempat-tempat yang di dalam tanahnya sangat kekurangan oksigen, misalnya pada pohon-pohon prepat Sonneratia sp. dan kayu api Avicennia sp.. Akar Tunjang Akar tunjang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah. Tumbuhan yang mempunyai akar tunjang adalah tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut. Batang beserta akar-akar tunjang ini memberikan kesan seperti orang naik di atas engrang, sehingga disebut juga akar engrang. Contoh akar tunjang dapat ditemukan pada pohon bakau Rhizophora conjugata. Akar Lutut Akar ini lebih tepat di katakan akar yang tumbuh ke atas kemudian membengkok lagi masuk ke dalam tanah, sehingga membentuk gambaran seperti lutut yang di bengkokkan. Sama seperti akar napas, akar ini berguna pula untuk kepentingan pernapasan pada tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut. Akar lutut yang berfungsi untuk membantu pernapasan tumbuhan dapat di temukan pada pohon tanjang Bruguiera parvifolia. Akar Banir Struktur akar ini berbentuk seperti papan-papan yang di letakan miring untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar, misalnya pada sukun Artocarpus communis, kenari Canarium commune, dan sebagainya. Akar penyimpan cadangan makanan Umbi akar seperti pada akar ketela pohon Manihot utilissima yang penuh dengan pati. Akar kontraktil adalah akar pada tumbuhan berumbi yang berkontraksi seperti pada Manihot utilissima. Pengerutan seperti itu terjadi terutama dalam korteks dan dapat mengakibatkan pemendekan akar hingga 30-40%, sehingga umbi tertarik ke tempat lebih dalam di tanah. Akar simbiotik yaitu bintil akar tempat penambat nitrogen bebas dari udara sepertiRhizobium berasosiasi dengan akar. Asosiasi itu biasanya itu biasanya simbiotik tanaman penerima senyawa bernitrogen dan bekteri memperoleh sumber energi biasanya gula. Bakteri mengakibatkan inang membelah-belah sehingga membentuk bintik akar. Bintil akar serupa terdapat pada beberapa suku lain seperti Casuarinaceae. Daftar Pustaka Tjitrosoepomo,Gembong, Morfologi Tumbuhan, YogyakartaGadjah Mada University Hidayat Estiti Tumbuhan Nugroho, L. Hartanto dkk,2010. Struktur & Perkembangan Tumbuhan. Jakarta Penebar Swadaya Demikianlah pembahasan mengenai Bagian-Bagian Akar – Pengertian, Fungsi, Sifat, Bentuk, dan Fungsi Khusus semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Baca Juga Fungsi Jaringan Meristem – Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya Jaringan Ikat Jaringan Hewan Jaringan Meristem Tumbuhan Beserta Penjelasannya Tahap-Tahap Kultur Jaringan Jaringan Daun Jaringan Dan Organ

Siwakatau Miswak, merupakan bagian dari batang, akar atau ranting tumbuhan Salvadora persica yang kebanyakan tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika. Siwak berbentuk batang yang diambil dari akar dan ranting tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon arak adalah pohon yang kecil seperti

akar dan batang secara umum memiliki struktur yang terdiri atas bagian-bagian bagian paling luar disebutB. bagian yang bisa dikelupas dari batang dan akar disebutC. bagian yang berupa kayu disebuttolong yaa

Bagianini terdiri dari: - Akar tunggang atau akar pokok yang tumbuhnya lurus ke bawah - Akar lateral, tumbuhnya mendatar, dan keluar dari dekat leher akar b. Sifat dan fungsi bagian vegetatif 1. Batang pokok Dapat meningkat tingginya, Karena diperlengkapi dengan titik tumbuh pucuknya.

Secara umum Pengertian Akar adalah pondasi, penopang dan penyokong batang tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh secara permanen. Dengan cara itu diharapkan tumbuhan mendapatkan kenyamanan dalam proses biologi tumbuhan masih dapat diselamatkan jika kondisi akarnya masih sehat kendati daun dan rantingnya tengah diserang berbagai macam penyakit. Karena pusat kehidupan bukan berasal dari bagian bagian tumbuhan seperti batang , daun, buah atau bunganya melainkan akarnya. maka untuk memusnakan sebuah tanaman besarpun anda harus membabat habis dulu akarnya. Karena kesuksesan sebuah tumbuhan dalam menghasilkan buah yang berkualitas baik selalu terkait dengan kesehatan adalah penjelasan mengenai bagian bagian akar 1. Tudung akar – Tudung akar adalah akar yang hidup dibagian ujungnya yang bernama Kaliptra yang memiliki sel jaringan parenkim yang didalamnya mengandung sari tepung. Fungsi Kaliptra adalah menjaga dan merawat sistem kinerja nya sekaligus bertugas melembabkan akar agar tidak mengalami gesekan dengan partikel tanah. Daerah pengembangan sel akar yang berbeda fungsi. Jenis sel akar yang dimaksud adalah akar tumbuhan monokotil dan dikotil sebagai pembelahan sel untuk proses pertumbuhan akar selanjutnya sebagai daerah menetapnya rambut rambut akar2. Inti akar – Inti akar adalah bagian akar yang berada pada pusat akar yaitu ditengah seputar bonggol akar. Inti akar terbagi menjadi dua bagian, terdiri dariPembuluh tapis yang berfungsi membantu dan melancarkan proses fotosintesaPembuluh kayu yang berfungsi menyebarkan air dan nutrisi makanan menuju tulang daun3. Rambut akar – Rambut akar mempunyai karakter unik yaitu berserabut tidak beraturan tetapi berstruktur halus yang melekat kuat pada kulit akar bagian luar yang berfungsi menyerap semua air dan garam mineral yang ada dikedalamam tanah. 4. Batang akar – Batang akar adalah batang yang terletak ditengah tengah diantara pangkal akar dan ujung akar yang berkembang dan tumbuh bercabang cabang dalam skala bentuknya yang kecil Ujung akar – Bagian akar yang termuda dan seperti tunas yang terus menerus mengalami pertumbuhan dan pergantian akar baru pada waktu yang sudah menjadi ketentuan sel akar pada tumbuhanSebagai pondasi berdirinya batang pohonTempat menyerap air dan segala nutrisi yang terkandung didalam tanah, misalnya garam mineralMenyuplai jenis hormon pada tumbuhan dalam pertumbuhan batang dan rantingTempat menyimpan makananaa bagi pertumbuhan tumbuhanSifat sifat dari akarMengalami pertumbuhan dan perubahan ukuran secara bertahap dan konsistenRuang gerak proses pertumbuhannya selalu berkaitan dengan gravitasi bumi .Kondisi akar selalu berwarna tanah dan bahkan lebih pucat, ini dikarenakan akar tidak mengalami proses mampu menyimpan cadangan nutrisi dan air dalam serat yang ada pada akar mereka, Serat akar berguna menahan dan menyimpan jumlah nutrisi sampai musim kemarau tiba, sehingga pasokan makanan tidak akan kekurangan. Akar yang dimilikinya biasa disebut sebagai akar pokok, akar cabang atau akar – Koteks dikontrol dan disusun oleh bantuan sel parenkim yang memiliki dinding ari atau tipis. Selnya tidak berbentuk padat yang akhirnya memungkinkan air serta nutrisi makanan berjalan kearah korteks tanpa melewati jaringan sel – Endodermis adalah lapisan sel yang menyusun batasan batasan gerak korteks dengan stele perisikel. Dinding sel endodermis mempunyai beberapa lapisan suberin dan lignin yang mempunyai kecenderungan impermeael. Fungsi utamanya adalah membawa dan mengarahkan garam mineral kedalam selinder pembuluh – Stele mempunyai pembuluh dan jaringan pelengkap. Pada bagian terluar Stele mempunyai beberapa sel perisikel yang mempunyai kemampuan membelah diri dan tumbuh membesar cepat untuk membentuk cabang akar lateral. Pada bagian dalamnya Stele mempunyai pembuluh jaringan xilem dan floem pada floem berbentuk mirip bintang laut karena adanya benjolan yang menonjol keluar yang radial dari wilayah pusat kearah perisekel, Sedangkan floem berada didalam benjolan xilem. Pada akar tumbuhan dikotil selalu ditemukan jenis susunan jaringan pembuluh – Epidermis adalah jaringan penting yang terletak pada lapisan terluar. Berfungsi sebagai benteng pertahanan jaringan organ penting tubuh. Jaringan epidermis tidak memiliki lapisan lebih dari satu, maka dari itu jaringan epidermis tumbuhan terdapat akar secara biologi Berikut adalah penjelasan mengenai bagian bagian akar secara biologi yang terbagi menjadi struktur batang dikotil dan monokotil 1. Akar Serabut monokotil karena tumbuhan berkeping satuAkar serabut mempunyai karakter akar yang berbentuk serabut tidak beraturan tetapi memiliki rongga untuk berinteraksi dengan oksigen diudara. yang berukuran kecil sama dengan ukuran batang tumbuhannya. Akar serabut yang hanya dimiliki oleh tumbuhan monokotil, yang fungsinya Memperkokoh dan menjadi pondasi berdirinya batang pohon Contohnya tumbuhan padi dan kelapa atau tanaman hasil ciri akar serabut Berakar serabutbatang beruas ruasBatang tidak mempunyai kambiumMemiliki satu keping biji lembagaTulang pada daun beerbentuk sejajar tidak menyirip ataupun menjariBagian bunga mempunyai jumlah 3 atau serabut terjadi karena akar primer merespon dan akar tumbuh dari jaringan batang di sekitar serabut mempunyai anggota, Akar tombak, rambut akar, serabut akar, akar gasing, akar serabut berdasarkan dari karakter dan fisiknya dapat digolongkan menjadi beberapa bagian lagiAkar tombak fusi form – Jika batangnya tumbuh melebar dibagian pangkalnya dan diseluruh bagian ujung akar serabut berbentuk meruncing tajam. akar tombak berfungsi sebagai tempat cadangan makanan dan terdapat pada Lobak atau wortel baca manfaat cadangan makanan bagi tumbuhanAkar gasing Napi form – Jika batang akar pangkalnya membesar dan melebar berbebtuk bulat telur, akar serabutnya akan berubah menjadi meruncing dan dapat digunakan sebagai cadangan makanan. Akar gasing terdapat pada bengkoang yang terbagi menjadi Akar benang Fili form batang akarnya berbentuk kecil kecil, berukuran teratur dan horizontal. ini ada pada tumbuhan kacang panjangSerabut akar – Serabut akar adalah gerombolan akar yang ada pada bonggol tumbuhan yang besar. Fungsinya tempat penopang dan pondasi berdirinya batang tumbuhan, sebagai penyerap air dan segala partikel mineral dari dalam tanah, mampu mencegah erosi tanah2. Akar tunggang dikotil karena tumbuhan berkeping satuAkar tunggang memiliki dua fase pertumbuhan terdiri dari fase pertumbuhan primer dan fase sekunder. Akar radikalnya menjadi akar tunggang yang bergabung dengan akar lateral, akar epidermis dan ciri akar tunggangBerakar tunggangMemiliki dua keping biji lembagaTulang daun dan sumsumnya menyirip atau menjariTidak mempunyai tudung akarAkar dan batang mempunyai kambiumBatang bercabang cabang dan beruas ruasKelopak bunga berjumlah 2,4 atau kelipatannyaPembuluh pengangkutnya teraturTipe berkas pengangkut kolateralPerbedaan akar monokotil dan dikotilBerikut adalah penjelasan mengenai perbedaan akar monokotil dan dikotil a. KambiumAkar dikotil mempunyai kambium bahkan dalam jumlah besarAkar monokotil tidak mempunyai kambiumb. Jumlah lengannyaAkar monokotil mempunyai jumlah lengan proto xilem lebih dari 13 buahAkar dikotil mempunyai jumah lengan xilem terbatas hanya berkisar 2 sampai 6 buah sajac. Letak xilemAkar monokotil memiliki letak xilem dan floem berbentuk silang menyilangyang tersusun rapihAkar dikotil memiliki xilem yang berada didaalam Empulur pusat akarAkar monokotil memiliki empulurakar dikotil tidak memiliki empulure. PersikelAkar monokotil mempunyai persikel dengan lapisan sel yang berdinding kuat dan kokohAkar dikotil mempunyai persikel dengan lapisan satu sel saja dan bercabang dengan ruas yang banyakf. Batas ujung akarPada akar monokotil batas ujung akarnya bisa terlihat jelasPada akar dikotil batas ujung akar tidak terlihatJenis Jenis AkarTerlepas dari fungsi akar serabut dan akar tunggang. Ada beberapa jenis jenis Akar lain yang juga memiliki keunikan dan fungsinya masing masing, diantaranyaAkar napas – Pertumbuhan akar napas yaitu tumbuhan yang keluar dari batangnya dan menjulur kebawah. Jenis tanaman ini ada yang menyembul kepermukaan tanah tetapi juga ada kecenderungan berada didalam tanah. Akar napas mempunyai banyak rongga dan celah yang berguna untuk keluar masuknya udara. Akar napas terdapat pada tumbuhan BakauAkar gantung – Akar gantung tumbuh dari bagian atas batang dan tumbuh berkembang menuju permukaan tanah. Dapat berfungsi sebagai penyerapan oksigen dari udara. Pada saat akar telah menyentuh permukaan tanah akarnya akan menyerap air beserta garam mineral yang menyertainya. Akar gantung terdapat pada tumbuhan BeringinAkar penghisap – Akar penghisap adalah akar yang dapat menyerap dan menghisap sari makanan pada tumbuhan lain dengan cara menempel atau melekat pada batang pohon besar. Akar penghisap terdapat pada tumbuhan benaluAkar banir – Akar yang ada pada tumbuhan jenis tropikAkar pelekat – Akar pelekat tumbuh pada semua batang tumbuhan. Akar pelekat tumbuhan yang berbentuk panjang dan luas, berfungsi akarnya dapat melekat pada dinding atau tumbuhan lain tanpa mencuri sari makanan dari tumbuhan lain. Akar pelekat terdapat pada tanaman sirihAkar tunjang – Akar tunjang adalah akar yang tumbuh tegak lurus yang menyembul dari kedalaman tanah. Akar ini bernafas dengan menggunakan akarnya yang berongga dan terdapat banyak celah, memungkinkan masuknya oksigen bisa dalam jumlah yang Akar Mudah Menjadi BusukAkar membusuk dan menyebabkan tumbuhan mati adalah disebabkan oleh patogen jamur yang bernama basildiomycetes yang menyerang bagian akar. Akar yang mengalami penyerangan oleh jamur ini ketika tumbuhan dicabut rambut akarnya tidak ikut tercabut bersama akar utama yang masih rerbenam didalam tanah. Akar membusuk dan menimbulkan bau busuk juga bisa diakibatkan oleh jamur yang bernama Phytophthora yang menyebabkan tumbuhan menjadi layu pada daun daun mudanya dan tanah disekitarnya mengering dan adalah penjelasan mengenai penyebab akar mudah menjadi busuk Jamur – Jamur adalah penyakit tumbuhan yang paling sering menyerang pada semua bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun atau tumbuhan – Bakteri dapat hidup dan menyesuaikan dirinya pada wilayah apapun. Bakteri bisa hidup pada air, tanah, dan sebagainya. Bakteri dapat menyebabkan pembusukan akar, pembusukan batang. Biasanya menyerang pada sistem pembuluh tapis batangVirus – Virus bisa dikategorokan sebagai parasit berbahaya karena mampu menginfeksi sel organisme dengan kecepatan yang lebiuh cepat dari penularan penyakit lewat jamur atu bakteri. Virus selalu dapat berekproduksi dalam material apapun bahkan pada suhu panas melebihi 200 derajat celsius. Virus mempunyai sistem selular untuk bereproduksi dan memperbanyak sel penyakit dengan dirinya yang terinfeksi virus akan menularkannya pada tanaman lain lewat angin atau udara menjadi virus amoeba. Amoeba adalah hewan yang sangat kecil hingga hanya dapat kita lihat jelas dengan menggunakan mikroskop elektro. Binatang bersel satu ini tidak memiliki bentuk fisik yang tetap karena semua bagian tubuhnya adalah berupa lendir. Amoeba tidak mempunyai bentuk tetapi memilkin unsur kehidupan seperti mampu berkembangbiak atau mempunyai cara sendiri dalam mengatur metabolimenya,inilah yang membuatnya bisa tumbuh dan berkembang dengan akar tanaman air yang unikTumbuhan bakau – tumbuhan bakau adalah tanaman yang akarnya tergenang air dan akarnya tebal yang mampu menyerap garam mineral pada air dalam jumlah besar tetapi bakau mempunyai fungsi akar yang unik yaitu dapat mencegah masuknya garam atau partikel lain yang adaa dalam air atau apa saja yang dia gondok – Tanaman ini berasal dari brazil dan berkembang biak di indonesia setelah orang belanda membawanya untuk dijadikan tanaman hias. Pertumbuhan eceng gondok sangat cepat dan jika tumbuhan ini menurupi seluruh area berair seperti danau atau sungai maka eceng gondok berpotensi sebagai gulma yang merugikan karena sanggup mengganggu dan mengacaukan ketersediaan oksigen dalam air. Eceng gondok mempunyai batang yang berbentuk gelembung yang mempunyai rongga ditubuhnya dengan bentuk daun yang cantik, memiliki akar yang dapat menyuplai makanan dan memberi keseimbangan apu – Tumbuhan yang hidup diatas permukaan air ini memiliki bentuk daun yang membulat indah dan berlapis lapis, Permukaan daunnya tumbuh bulu bulu halus yang bagi sebagian orang bisa mengalami alergi bersin jika menghirup bulu bulu tersebut yang sebenarnya tidak lily – Akarnya terbenam dalam lumpur yang ada ditaman taman bunga atau tempat yang disengaja dipelihara orang. Water lily memiliki motif daun dan bagian bagian bunga yang indah yang terapung dipermukaan air. Star grass – Daun dan batangnya berukuran kecil tetapi membentuk seperi balok kayu yang panjang Calla lily – Mempunyai bentuk unik seperti moncong terompet dengan putik yang warnanya terang bagai kuningnya emas yang menebarkan keharuman dengan jarak hingga 10 air – Masih keluarga pisang pisangan tetapi tumbuh subur dengan frekwensi kebutuhan air yang lebih unik karena terlihat seperti pohon pisaang yang sedang bersatu dengan daun talasSeledri air – Memiliki batang yang lebih tebal dan hijau tua dari pada seledri darat dengan bentuk daun yang bulat bergerigi disetiap payung – Tumbuh dengan cara bergerombol dengan jenisnya dengan batang yang berbentuk unik yaitu berbentuk teratai – Teratai mempunyai daun bagian bawah yang lebar yang berguna untuk proses sintesa dan memiliki akar bergerombol tebal untuk keseimbangan tubuhnya ketika berdiri dipermukaan air. Akarnya memungkinkan untuk menyerap oksigen, makanan atau nutrisi dengan lebih akar tumbuhan ada yang memanfaatkan akarnya untuk menyimpan cadangan makanan dalam waktu yang cukup lama, diantaranyaketela pohonBengkuangBuah bitWortelTumbuhan yang mudah terkena penyakitMosaik – Mozaik adalah bentuk dari kondisi fisik sebuah tumbuhan. Akar terlihat kering dan berhenti menyerap air dan makanan dari dalam tanah dan membuat warna daun tidak – Nekrosis adalah bentuk dari kondisi fisik sebuah tumbuhan yaitu jaringan tumbuhan yang mengalami kematian hingga menyebabkan batang bergaris garis cokelat atau akar mengalami proses pembusukanKerdil – Tanaman tidak bisa tumbuh dan berkembang secara wajar. Sel pertumbuhannya terhambat dan sel selnnya mengalami kerusakan sehingga ukuran tanaman menjadi kecil dan mini bisa terladi pada morfologi tanaman lain yaitu akar dan – Perubahan yang terjadi pada ketidaknormalan pada anggota tubuh – Pusat pertumbuhan tubuh yang mengalami kerusakan sehingga tubuh tanaman benar benar dalam kondisi yang harus dimusnahkan karena tidak lagi mempunyai harapan untuk disuburkan agar akar tidak terkena penyakit Menyemprotkan hormon penyubur dan pengatur tumbuhan yang bernama hormon Dekamon yang mempunyai kemampuan mengatur keseimbangan pertumbuhanMenyemprotkan hormon pertumbuhan bernama Florita yaitu untuk perlindungan dari serangan bebagai macam penyakitMenyemprotkan hormon pertumbuhan dan pertahanan tanaman bernama Atonik agar tanaman terhindar dari berbagai macam penyakitmenggemburkan tanah dengan memperbanyak cacing tanah, cacing tanah memiliki protein tinggi yang baik untuk nutrisi pupuk kompos sesering mungkin karena pupuk yang terbuat dari dedaunan akan mengurai secara alami menjadi enzim bernutrisi bagi akar tanamanPemberian pupuk kandang juga bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Bakteri yang ada dalam kotoran hewan mampu mengeluarkan enzim baik yang akan mempertahankan kesuburan akar dengan lebih obat insektisida sebulan sekali dalam takaran ringan, jika ini adalah jalan yang terakhir untuk menyelamatkan masa depan tanamanAmbilah daun kenikir secukupnya atau sesuai dengan keinginan, Rebuslah dan saring air rebusannya. Diamkan hingga dingin lalu gunakan sebagai penyemprot tanaman kesayangan anda. Ini bermanfaat untuk mencegah tanaman menjadi mudah terinfeksi jamur atau bakteri dari tanaman lain lewat bunga kertas sesuai dengan keinginan anda lalu rebuslah dan campurkan susu murni ketika air masih panas. saringlah berkali kali sampai rebusan tidak mengandung serat serat kasar hasil dari perebusan. Dinginkan rebusan itu lalu semprokanlah pada tanaman anda, hasilnya tanaman anda akan sehat dari segala macam serangan kutu wereng atau bakteri yang membuat tanaman layu, akar busuk dan beberapa kasus dimana tumbuhan yang terlihat tidak bermasalah, tetapi kondisi akarnya ternyata hampir mengalami pembusukan, setelah dibiarkan selama beberapa minggu akhirnya pertumbuhannya mulai terlihat terhambat dan secara bertahap mengeluarkan tanda tanda sakitnya berupa daun mengalami kekeringan, keriput dan timbul bercak bercak atau produksi buah semakin menurun seiring berjalannya juga artikel biologi lainnya mengenai tumbuhan Baca juga artikel biologi lainnya mengenai tumbuhan perkembangbiakan tumbuhantumbuhan kingdom monerajenis hormon pada tumbuhanfungsi stomata pada daunfungsi hormon auksin metagenesis tumbuhan pakumetagenesis tumbuhan lumutfungsi asam traumalinfungsi plastida pada tumbuhanfungsi hormon sitokinin fungsi hormon giberelin fungsi cahaya matahari bagi tumbuhanfungsi hormon asam absisatfungsi hormon etilen
bentukbuah mirip srikaya dan di dalamnya menampung 200-500 biji berwarna coklat bak wijen. tinggi tangkai daun 40-90 cm. panjang daun mencapai 15-46 cm dengan beragam tampilan, seperti bentuk hati, panjang dan bulat. ukurannya yang terbilang mini cocok sebagai penghias teras rumah. atas keindahannya, caladium dinobatkan sebagai "ratu

Jawaband. epidermise. korteksf. kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi pengayuan. Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang. PenjelasanTumbuhan sebagai makhluk hidup yang bisa menghasilkan makanannya sendiri tersusun atas beberapa organ yang menyusun tubuhnya. Organ-organ tersebut memiliki peran dan fungsi tertentu yang berperan dalam kelangsungan hidupnya. Nah, tumbuhan terdiri dari beberapa struktur, diantaranya akar, batang, daun dan bunga. Secara garis besar, akar pada tumbuhan berfungsi sebagai alat penyerap air dan unsur hara dari dalam tanah, menyimpan cadangan makanan, alat respirasi, juga sebagai alat perbanyakan tanaman secara vegetatif. Struktur Morfologi Akar Akar pada tumbuhan merupakan bagian penting yang tumbuh di dalam tanah dengan arah pertumbuhan ke pusat bumi. Pada umumnya, akar berwarna kecoklatan dan tidak memiliki daun. Bantuknya biasanya meruncing, sehingga mudah untuk menembus tanah. Adapun struktur morfologi akar tumbuhan meliputi Meristem apikal, Rambut akar, dan tudung akar. 1. Meristem apikal Struktur ini terdapat pada ujung akar. Bagian ini merupakan awal dari pertumbuhan akar. Pembelahan meristem apikal akan membentuk daerah pemanjangan dan dilanjutkan dengan pembentukan daerah diferensiasi. Daerah diferensiasi dibagi menjadi dua, yaitu daerah pematangan jaringan primer dan daerah jaringan primer yang sudah dewasa. Setelah proses diferensiasi, selanjutnya terjadi pertumbuhan jaringan sekunder. 2. Rambut akar Ini merupaan hasil dari perluasan sel-sel epidermis akar dan biasanya tumbuh dekat ujung akar. Rambut akar berfungsi untuk memperluas daerah absorpsi air dan mineral dari dalam tanah. 3. Tudung akar atau kaliptra Ini merupakan bagian yang berfungsi untuk melindungi ujung akar yang bersifat lunak dan mudah rusak. Bagian luar dari tudung akar akan menghasilkan cairan yang bersifat asam yang didalamnya mengandung enzim. Enzim ini berfungsi untuk menguraikan zat-xat tertentu yang sulit ditembus oleh ujung akar. Kaliptra berasal dari meristem apikal dan terdiri dari sel-sel parenkim. Sel-sel pada permukaannya selalu lepas secara berkesinambungan dan sel di bawahnya menjadi berlendir. Tudung akar berfungsi untuk melindungi sel-sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh pertumbuhan akar yang menembus ke dalam tanah. Struktur Anatomi Akar Struktur anatomi akar tersusun atas jaringan-jaringan yang membentuk empat lapisan secara berurutan mulai dari lapisan yang paling luar sampai lapisan yang paling dalam. Adapun struktur ini meliputi jaringan epidermis, korteks, endodermis dan silinder pusat atau stele. 1. Epidermis Epidermis adalah lapisan yang tersusun dari satu sel, berdinding tipis dan bersifat semipermeabel. Dinding epidermis akan membentuk banyak tonjolan yang menghasilkan rambut akar. Sel-sel epidermis yang berada di dekat ujung akar memiliki beberapa bulu akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Epidermis berfungsi sebagai pelindung akar dari faktor luar yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman dan sebagai jaringan penerus air ke bagian dalam akar. 2. Korteks Korteks terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan ini terdiri dari lapisan-lapisan sel yang berdinding tipis, susunannya tidak rapat dan berbentuk melingkar, memiliki banyak ruang antar sel yang memiliki peran penting untuk pertukaran zat. Di dalam korteks terdapat jaringan-jaringan lain seperti parenkim, kolenkim dan sklerenkim. Fungsi korteks adalah sebagai tempat penyimapanan cadangan makanan. 3. Endodermis Lapisan ini terletak di sebelah dalam korteks, yaitu berupa sebaris sel yang tersusun rapat dan tidak memiliki ruang antar sel. Dinding sel endodermis memiliki penebalan gabus yang berupa rangkaian berbentuk pita. Penebalan tersebut biasa disebut dengan pita kaspari. Penebalan gabus menyebabkan dinding sel akar tidak dapat ditembus oleh air. Pita kaspari secara tidak langsung berfungsi untuk menghalangi lewatnya cairan dari dalam tanah melalui dinding sel, sehingga cairan akan mengalir melalui endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan yang disebut sebagai sel penerus. Endodermis memiliki peran dalam mengatur lalu lintas zat cair air dan garam-garam mineral ke dalam pembuluh akar. 4. Silinder Pusat atau Stele Terletak di sebelah dalam endodermi, stele tersusun atas berkas-berkas pembuluh kayu xilem dan pembuluh tapis floem. Lapisan ini memiliki peran dalam pengangkutan zat pada tumbuhan, serta perisikel yang berada tepat di sebelah dalam endodermis atau di tepi silinder pusat. Perisikel berfungsi untuk membentuk akar cabang. Akar tersebut akan menembus keluar melalui endodermis, korteks dan epidermis. Pertumbuhan cabang kar tersebut disebut dengan pertumbuhan membantu ^^

Gambar1. Bagian-bagian batang. Pada bagian berikut, akan mempelajari ciri dan struktur batang dua jenis tumbuhan, yakni tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. Simak dan pahami uraiannya. 1. Batang Tumbuhan Dikotil. Seperti halnya akar, batang juga tersusun atas berbagai jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh.
- Struktur tumbuhan terdiri dari beberapa bagian yang saling berkait. Bagian-bagian itu mempunyai fungsi masing-masing dan saling mendukung. Batang merupakan salah satu bagian penting dari batang paling utama adalah untuk menopang semua sebagian besar bagian dari tumbuhan. Batang dapat membikin tumbuhan berdiri tegak dan membantu daun menjangkau sinar matahari untuk keperluan fotosintesis. Mengutip Modul IPA 2017 terbitan Kemdikbud, secara umum, batang sebagian besar tumbuhan memiliki bentuk panjang bulat seperti silinder. Batang pun punya ruas-ruas internodus yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku nodus. Bagian nodus inilah yang menjadi tempat melekatnya daun dan tunas. Dari segi ruas, batang tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki perbedaan. Batang tumbuhan monokotil memiliki ruas yang terlihat jelas. Sementara itu, ruas batang tumbuhan dikotil tidak terlihat juga Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Beserta Fungsinya Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Tanaman Fungsi-fungsi batang tumbuhan lainnya adalah sebagai berikut a. sebagai penopang atau penyokong tumbuhan agar berdiri tetap tegak; b. sebagai tempat menyimpan cadangan makanan; c. sebagai tempat melekatnya bagian-bagian tumbuhan seperti daun, akar, dan bunga; d. sebagai alur transportasi air dan zat makanan hasil fotosintesis; e. sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif dengan metode pencangkokan; f. sebagai tempat menyimpan cadangan makanan misalnya tebu; g. sebagai tempat membantu proses pernapasan oksigen melalui lentisel. Bagian-bagian Batang pada Tumbuhan dan Penjelasannya Mengutip E-Modul IPA Kemdikbud 2020, batang termasuk bagian pokok tumbuhan. Bagian ini terbentuk dari titik tumbuh batang yang terdapat di jaringan embrional. Sebelum terjadi pertumbuhan menebal sekunder, bagian-bagian dalam struktur batang sama dengan akar, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Berikut ini penjelasan tentang bagian-bagian itu dan Epidermis Epidermis adalah lapisan batang yang tersusun dari selapis sel, rapat tanpa ruang antar-sel dan berkutikula. Sel-sel penyusun jaringan epidermis selalu aktif membelah guna mengimbangi pertumbuhan batang. Fungsi utama epidermis, yakni sebagai lapisan pelindung batang dari kekeringan. Batang tumbuhan dikotil mempunyai lapisan epidermis berupa kulit kayu yang terbentuk dari jaringan gabus. Jaringan gabus tidak dapat ditembus air dan gas. Oleh karena itu, jaringan gabus mempunyai celah-celah berupa lentisel untuk memelihara perubahan gas. b. Korteks Korteks adalah lapisan batang yang tersusun atas jaringan parenkim yang berkloroplas. Sel-selnya berdinding tipis dan tersusun tidak beraturan dengan ruang antar-sel cukup lebar. Beberapa jenis rumput-rumputan mempunyai jaringan sklerenkim sebagai penguat korteks batang. Sementara itu, tumbuhan sejenis pinus atau konifer pada umumnya tidak memiliki jaringan korteks pada batang tumbuhan bisa beragam, seperti menyimpan cadangan makanan contohnya di pohon sagu, menyimpan air contohnya di kaktus, hingga menyimpan udara contohnya di tanaman teratai. c. Endodermis Endodermis adalah lapisan korteks paling dalam dan berbatasan dengan silinder pusat. Lapisan ini memiliki sel-sel yang bentuk dan susunannya khas. Endodermis merupakan lapisan yang berfungsi menjadi batas antara korteks dan silinder pusat. Lapisan endodermis memiliki banyak sel yang mengandung banyak butir-butir zat tepung. Karena itu, bagian ini disebut pula fluoeterma atau sarung tepung. Endodermis pada batang yang telah dewasa tua biasanya tidak tampak lagi karena telah rusak atau mati, sebab diganti oleh jaringan lain dari bagian stele. d. Silinder Pusat atau Stele Stele adalah lapisan yang berada di bagian batang yang tersusun atas beberapa jaringan, seperti berkas pengangkut, empulur, dan perikambium. Perikambium atau perisikel merupakan lapisan sel yang paling tepi dari silinder pusat. Bagian dalamnya terdapat jaringan parenkim dengan berkas-berkas pembuluh pengangkut. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem, yang merupakan kelanjutan dari xilem dan floem akar. Empulur yang terletak di bagian tengah atau inti batang tersusun atas jaringan parenkim. Pada beberapa batang tumbuhan, bagian empulur mengalami kerusakan selama masa pertumbuhan sehingga banyak membentuk ruang antar-sel. Batang tumbuhan tertentu mempunyai saluran getah yang terletak di dalam silinder terdiri atas xilen dan floem. Xilem dan floem pada tumbuhan monokotil berfungsi seperti pada tumbuhandikotil. Xilem berfungsi untuk mengangkut bahan makanan dan air dari akar ke daun. Adapun floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun dan mengedarkannya ke seluruh bagian tumbuhan. - Pendidikan Kontributor Nurul AzizahPenulis Nurul AzizahEditor Addi M Idhom z0rMos.
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/147
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/227
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/389
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/188
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/192
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/149
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/246
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/280
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/181
  • bagian yang bisa dikelupas dari batang dan akar disebut