Oleh karena itu Air menjadi sangat penting sekali untuk dikelola dengan baik, quantitasnya (volume, water level dan water table) dan qualitasnya (pH air,dll). Level air di perkebunan sawit di areal rendahan (rawa dan gambut) harus di jaga ketinggiannya. Karena tanaman tidak boleh kekurangan air dan tidak boleh kelebihan air. Berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia, Nomor 71 Tahun 2014, Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, bahwa ekosistem gambut memenuhi kriteria kerusakan apabila muka air tanah di lahan gambut lebih dari 0,4 meter dibawah permukaan gambut. Oleh karena itu pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan harus di atur dan pemupukan tanaman kelapa sawit berkisar antara 40-60 % dari biaya pemeliharaan tanaman secara keseluruhan atau 15-20 % dari biaya produksi. Agar sasaran pemupukan dapat tercapai dan efisiensi pemupukan dapat ditingkatkan maka manajemen pemupukan kelapa sawit perlu dibina dan dimantapkan serta terus menerus disempurnakan sehingga biaya pemupukan yang sudah begitu besar tidak menjadi sia-sia.
Rerata emisi CO2 pada kebun kelapa sawit di lahan gambut yang menerapkan tatakelola air yang baik (kedalaman muka air tanah sekitar 50 cm), pemadatan tanah sebelumpenanaman, dan penanaman Mucuna bracteata sebagai cover crop berturut-turut sebesar33,69 ton/ha/tahun, 35,30 ton/ha/tahun, dan 34,40 ton/ha/tahun.
Penetapan Fungsi Ekosistem Gambut. Tata cara penentuan Fungsi Ekosistem Gambut sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (2) Peraturan Menteri LHK Nomor P.14 Tahun 2017, meliputi Fungsi Lindung Ekosistem Gambut dan Fungsi Budidaya Ekosistem Gambut. Pasal 10 ayat (1) menjelasakan bahwa penentuan fungsi lindung Ekosistem Gambut sebagaimana dimaksud Ilustrasi - Sistem Tata Kelola Air yang Terpadu dalam pengelolaan hutan industri. Lahan gambut/rawa merupakan lahan yang sering tergenang secara terus-menerus akibat drainase buruk. Berdasarkan tipologinya, lahan rawa dibagi menjadi dua yaitu lahan rawa pasang surut (tidal swamp) merupakan lahan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Saat ini kami mengelola delapan perkebunan di atas lahan gambut, atau 17 persen dari total area di bawah pengelolaan kami. Perkebunan kami yang berada di atas lahan gambut sudah memasuki fase penanaman kembali, sehingga studi drainase harus dilakukan sebelum penanaman kembali untuk menentukan kelayakan lahan untuk siklus penanaman kelapa sawit bSLT6.
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/77
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/105
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/186
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/151
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/311
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/125
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/244
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/354
  • 4e6bvv1l5c.pages.dev/34
  • cara merawat sawit di lahan gambut